Agar Aman, Aremania-Bonekmania Dipisahkan Pusamania

Laga antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya sore ini (2/3) di Stadion Palaran, Samarinda, seolah-olah seperti lingkaran takdir. Beberapa kali dua tim ini dipisahkan agar tidak bertemu di turnamen pramusim karena alasan keamanan, akhirnya dua tim legendaris ini bertemu di gelaran pramusim Piala Gubernur Kaltim 2018.

Rendi Irwan, kapten Persebaya saat bertanding melawan tim Persiba Balikpapan pada pertandingan turnamen Piala Gubernur Kalimantan Timur 2018 di Stadion Batakan, Balikpapan, Senin (26/2).

SAMARINDA – Laga antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya sore ini (2/3) di Stadion Palaran, Samarinda, seolah-olah seperti lingkaran takdir. Beberapa kali dua tim ini dipisahkan agar tidak bertemu di turnamen pramusim karena alasan keamanan, akhirnya dua tim legendaris ini bertemu di gelaran pramusim Piala Gubernur Kaltim 2018.

Sebelumnya, di babak delapan besar Piala Presiden 2018, pot undian mereka dipisah sehingga hanya bisa bertemu jika keduanya sama-sama lolos di babak final. Sayangnya, dua tim ini sama-sama gagal di babak delapan besar. Nah, demi alasan keamanan juga, awalnya laga semifinal yang digelar di Stadion Segiri, Samarinda, dipindah di Stadion Palaran, Samarinda.  Jadwal laga yang semula 19.30 WIB, juga diganti menjadi 15.30 WIB.

Ketua OC (Organizing Commite) Piala Gubernur Kaltim Donna Faroek kepada wartawan Jawa Pos Radar Malang yang melaporkan langsung dari Samarinda, menyatakan, pertemuan kedua suporter yakni Aremania dan Bonekmania cenderung berbahaya bagi keamanan daerahnya. ”Karena alasan keamanan, stadion untuk pertandingan diputuskan dipindah ke Stadion Palaran,” ujar perempuan yang juga putri Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak itu.

Memang benar, di Palaran, aspek pengamanan jika terjadi sesuatu tentu akan lebih mudah untuk ditindaklanjuti dan diatasi. Sebab, Stadion Palaran berada jauh dari pusat Kota Samarinda. Letaknya yang berada di tengah hutan dan jauh dari pemukiman mungkin menjadi alasan tersendiri bagi pihak panpel untuk mengubah venue di stadion tersebut.

Berbeda dengan Stadion Segiri yang berada di tengah Kota Samarinda dan sangat berdekatan dengan pemukiman warga. Hal itulah yang ditakutkan pihak penyelenggara. ”Karena dekat dengan pemukiman dan fasilitas publik, karena itu Palaran dijadikan pertimbangan menggelar laga itu,” tambahnya.



Sementara itu, rencananya kedua suporter antara Aremania dan Bonekmania itu bakal ditempatkan berjauhan ujung ke ujung. Keduanya bakal ditempatkan di sisi utara dan selatan dari Stadion Palaran, tepatnya di belakang gawang. Rencananya, kedua kelompok itu akan dipisahkan kelompok suporter lain, yakni Pusamania, julukan suporter Bonekmania. Namun, ketika disinggung mengenai hal itu, dia masih belum membahas secara detail. ”Besok pagi (hari ini, Red) detail pengamanan akan dipetakan pihak kepolisian,” ujar Donna.

Dia menjelaskan, hari ini akan ada pemetaan mengenai jalur masuk, rute evakuasi, dan rute-rute yang dilewati untuk keluar maupun menuju stadion bagi kedua suporter. Dia juga merencanakan  salah satu suporter agar dipulangkan terlebih dulu. ”Mungkin Arema akan dikeluarkan terlebih dulu. Sedangkan setelah satu atau dua jam, Bonekmania baru kami perbolehkan keluar,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua OC PGK Yunus Nusi menjelaskan, langkah keamanan tersebut diambil pihaknya karena dia telah mendapat informasi mengenai potensi konflik antar kedua suporter. ”Kami kan juga ada informasi intelijen juga. Karena itu, kami memutuskan mengambil langkah tersebut,” terang pria yang juga ketua PSSI Provinsi Kalimantan Timur tersebut.

Namun, dia percaya bahwa laga hari ini akan berjalan lancar. ”Tapi, saya tetap percaya bahwa laga itu akan tetap aman dan berjalan seru dan menarik,” tambah Yunus. Dia berharap bahwa laga hari ini semuanya berlangsung dengan aman dan tidak ada benturan serta konflik antarsuporter yang tidak diinginkan.

Tak hanya itu, personel keamanan juga ditingkatkan menjadi 800 personel. Padahal, sebelumnya laga semifinal hanya direncanakan  menyiapkan 550 personel. Hal tersebut dijelaskan Kasubag Bin Ops Polresta Samarinda Iptu Marsidi. ”Sebelumnya, sebenarnya disiapkan 550 personel, tapi sudah kami lakukan penambahan,” terangnya. Hal tersebut dengan rincian 400 anggota Polresta Samarinda, 200 dari Brimob, dan 200 personel dari TNI.

Dia berharap bahwa laga hari ini berjalan lancar dan berlangsung aman. Dia menjelaskan bahwa potensi adanya konflik di Pulau Kalimantan sangat minim dibandingkan di Pulau Jawa. ”Saya kira gesekan di sini tidak terlalu besar.  Di sini mereka pendatang dan semua mencari nafkah di tanah perantauan ini,” ujar pria asal Pasuruan, Jawa Timur, itu.

Dia hanya mengimbau kepada para suporter agar tetap menjaga keamanan dan menghindari adanya konflik. ”Saya imbau agar semua menjaga keamanan dan ketertiban,” terangnya. Dia berharap Kota Samarinda tetap tertib dan aman meski adanya perhelatan Piala Gubernur Kaltim yang berdempetan dengan jadwal pilkada di daerah itu.

Sementara itu, koordinator Aremania Samarinda 0541 (Samarinda, Red) Heru Kristianto mengaku, pihaknya sudah berpesan kepada rekan-rekan Aremania agar menghindari permusuhan ketika mendukung Arema sore ini. ”Kami dulu sudah ada pertemuan antar suporter di Gelora Bung Karno jika sudah lagi tidak ada tindakan provokasi,” ujarnya.

Dia berharap, tidak akan terjadi konflik dengan suporter lawan. ”Pertemuan dengan Bonek ini saya harap tidak akan ada kerusuhan,” ujarnya. Dia beralasan jika konflik tersebut percuma untuk diteruskan karena menghargai daerah lain, tempat di mana mereka mencari nafkah. ”Semoga tidak terjadi. Ini kan tanah orang (milik orang Samarinda),” terangnya.

Dia hanya berharap bahwa Arema bisa lolos ke partai final. ”Kalau saya berharap Arema masuk final dan memenangkan laga besok (sore ini melawan Persebaya) itu,” harapnya. Dia memperkirakan bahwa jumlah Aremania yang bakal hadir berkisar 3.000 orang. ”Kalau dari Samarinda mungkin sekitar 1.000 orang, tapi kalau ditambah dari Banjarmasin, Sangata, dan Bontang mungkin berkisar itu (3.000 suporter),” tutur pria yang akrab disapa Kimkim itu.

Sedangkan koordinator Bonekmania Samarinda Cak Edi Borneo–begitu dia ingin disebut– menjelaskan bahwa berbeda dengan di Jawa, persaingan di Kalimantan dia rasakan tidak terlalu bergesekan. ”Tidak ada gesekan. Aroma di sini adalah untuk menyukseskan Piala Gubernur Kaltim,” ujar Edi.

Selain itu, dia juga menyebutkan bahwa yang ditunggu adalah menyaksikan laga antara Persebaya melawan Arema FC. ”Yang kami tunggu sebenarnya cuma itu. Di Jawa dan perantauan itu berbeda,” lanjutnya. Sebab, dia menuturkan bahwa di Samarinda banyak yang menjadi pekerja maupun anak sekolah. Dia menjelaskan jika anggotanya sekitar 500 orang. Namun, yang bakal menyaksikan laga itu diperkirakan akan jauh lebih banyak.

Jika melihat dari penuturan panitia pelaksana, Aremania yang datang diperkirakan berjumlah 5.000 orang, sedangkan Bonekmania 3.000 orang.

Pewarta : Gigih Mazda
Penyunting : Irham Thoriq
Copy Editor : Dwi LIndawati
Foto : Angger Bondan