Administrasi Kependudukan Warga Magelang Sinergi Jawa Pos

RADARSEMARANG.ID-Pemkot Magelang terus berupaya meningkatkan kepatuhan warganya dalam urusan administrasi kependudukan (Adminduk). Per Januari 2018, akan diprogramkan Kelurahan Tertib Adminduk. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Magelang, Hartoko menjelaskan terkait program barunya. Nantinya, setiap kecamatan akan menentukan masing-masing satu kelurahan percontohan. Program ini akan dievaluasi pada akhir Desember dan berkelanjutan. “Pemilihan kelurahan harus selektif,” kata Hartoko, Rabu (3/1/2018).

Dikatakan, indikator Kelurahan Tertib Adminduk meliputi beberapa hal. Pertama, warga kelurahan yang berumur 17 tahun ke atas, harus punya e-KTP. Pihaknya juga berencana melakukan perekaman data di sekolah-sekolah, lantas menyimpan hasilnya di database untuk memudahkan dalam mengetahui data KTP pemula.

“Untuk anak 17 tahun yang putus sekolah, harus dilaporkan ketua RT secara berjenjang hingga ke kantor kami. Kami akan jemput bola untuk melakukan perekaman data.”

Kedua, warga yang berusia 0-18 tahun wajib memiliki akta kelahiran. Ketiga, 70 persen warga kelurahan yang belum genap usia 17 tahun, harus punya Kartu Identitas Anak (KIA). Nah, bagi warga yang telah meninggal hingga 10 tahun lalu, harus memiliki akta kematian. Anggota keluarganya wajib mengurus akta tersebut.

Terakhir, tiap warga wajib memiliki Kartu Keluarga (KK). “KK harus yang sudah diperbarui. Datanya sesuai dengan kondisi yang bersangkutan. Contohnya, sebelumnya tertulis pendidikan terakhir SMA, sekarang diperbaharui jadi sarjana, karena sudah lulus kuliah.”

(sm/put/ton/JPR)