Ada yang Mimpi soal Harta Karun!

Ada yang Mimpi soal Harta Karun!

Tawarannya yaitu agar Prabowo mau menjadi pendamping atau calon wakil presiden (cawapres) dari Joko Widodo, calon presiden (capres) yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Saat dikonfirmasi mengenai kabar ini, Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno mengaku tidak mengetahui secara pasti. Bahkan dia tidak yakin kabar soal tawaran untuk Prabowo itu benar-benar ada, alias hanya dibuat-buat saja.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jakarta, Kamis (22/3).
(Issak Ramadhan/RADAR MALANG ONLINE)

“Ah, ada-ada saja,” ujar Hendrawan kepada RADAR MALANG ONLINE, Sabtu (31/3).

Angota Komisi XI DPR-RI ini juga menyebut, di tengah situasi seperti saat ini, setiap orang sangat mungkin melontarkan rumor-rumor aneh ke muka publik. Termasuk soal uang Rp 15 triliun yang ditawarkan ke Prabowo Subianto jika mau menjadi cawapres Jokowi.

“Politik memang penuh teka-teki dan spekulasi. Nah, karena itu orang suka usil. Bangun cerita-cerita yang sering enggak masuk akal,” katanya.

Lagi pula, kata dia, uang Rp 15 triliun itu tidaklah sedikit. Sehingga dia mengaku tidak percaya apabila duit itu diberikan untuk merayu Prabowo Subianto menjadi wakilnya Jokowi di 2019.

“Mungkin ada yang masih punya mimpi soal harta karun nenek moyang,” selorohnya sambil tertawa.

Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyebutkan, Prabowo Subianto ditawari mahar Rp 15 triliun oleh seorang pengusaha yang mengatasnamakan utusan istana. Uang sebesar Rp 15 triliun itu sebagai mahar asal Prabowo mau menjadi cawapres Jokowi di Pilpres 2019.

Bahkan, menurut Said, tawaran yang datang ke Prabowo bukan hanya duit. Tetapi juga dalam bentuk seperti proyek yang jumlahnya puluhan triliun rupiah.

Diketahui, Said Iqbal memang selama ini dikenal cukup dekat dengan mantan Danjen Kopassus tersebut. Ia kerap berkomunikasi langsung dengan Prabowo.


(gwn/JPC)