MALANG KOTA – Anda ingin tahu peta wisata lingkungan secara lengkap dan lebih mendidik? Datang saja ke SMP Sabilillah. Di sana, ada inovasi lingkungan yang modern. Namanya Sabilillah Eco Edu Park (SEEP). Konsep SEEP ini mengadopsi sebagian yang diterapkan di Jatim Park Kota Batu. Bedanya, nilai pendidikannya di Sabilillah lebih kuat. Kok bisa?

Ya, di SEEP ini, pengunjung bisa melihat peta lingkungan dengan scan barcode yang menempel di sejumlah spot. Misalkan, di barcode muncul pemanfaatan air limbah, maka di aplikasi HP akan muncul penjelasan detail tentang teknis pemanfaatan limbah. Jadi, pengunjung akan dapat banyak wawasan setelah datang ke SEEP. Inovasi inilah yang membuat tim juri Green School Festival terpukau. Yang membedakan dengan Jatim Park, pengunjung tidak harus melakukan scan barcode. Jadi, ketika datang ke Jatim Park, pengunjung tinggal baca data beragam inovasi lingkungan yang sudah tertera.

”Jadi, di sini (Sabilillah) kami membuat inovasi semacam wisata lingkungan yang nantinya saat berwisata, siswa sendiri yang menjelaskannya,” ujar Kepala SPM Sabilillah Idi Rathomy Baisa SPd di sela-sela penjurian GSF kemarin.

Dari pengamatan Radar Malang, dalam SEEP itu, ada berbagai pos inovasi lingkungan. Jadi, setiap pengunjung bisa berkeliling di area lebih dari 2 hektare tersebut. Misalnya mengunjungi pos biopori, sumur resapan, pemanfaatan limbah air wudu, tanaman buah dalam pot (tabulampot), hidroponik, dan green house. ”Siapa pun bisa berkeliling di SEEP ini, gratis tanpa dipungut biaya. Pengunjung tidak hanya diajak jalan-jalan, tapi juga aktif bertanya,” ucapnya.

Pria asal Singosari itu juga menyampaikan bahwa dalam SEEP itu sendiri, pendamping untuk berkeliling bukan dari pihak guru, melainkan dari siswanya sendiri. Mulai dari presentasi inovasi, memberikan keterangan, dan lain sebagainya adalah siswanya yang tergabung dalam OSIS. ”Semuanya siswa, tidak ada campur tangan guru. Kami biarkan mereka berkreasi dengan apa yang mereka bisa,” ungkapnya.

Pewarta: Moh Badar Rizqullah
Copy Editor: Dwi Lindawati
Penyunting: Abdul Muntholib
Foto: Darmono