Ada Dugaan Status Pernikahan Tersangka Tak Sah

MALANG KOTA –Ada beberapa fakta menarik baru dari hasil pemeriksaan intensif tersangka penganiayaan yang dilakukan Ery Age Anwar, 36, yang dilakukan pada anak tirinya, AA, 3, hingga membuat balita mungil itu tewas, Rabu lalu (30/10).

Di antaranya, korban diinjak, korban ”dibakar” dengan posisi kepala di bawah, dan ada dugaan kuat status pernikahan tersangka dengan istrinya, Hermin Susanti, tidak sah.

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander mengatakan, tersangka sempat menginjak bagian punggung korban. Karena saat korban disiram air untuk membersihkan kotoran buang air besar (BAB) di celana korban.

”Anak itu (korban) sempat membalikkan badan, lalu diinjak lagi oleh dia (tersangka) di bagian perutnya,” kata Dony Alexander kemarin.

Tak hanya itu, masih kata dia, tersangka juga ”menghangatkan” korban di atas kompor dengan posisi kepala di bawah dan kaki di atas. Hal ini dilakukan, menurut pengakuan tersangka, karena korban tampak menggigil dan sesak napas.

”Inilah yang membuat korban sampai mengalami luka bakar di bagian kaki dan kepala. Karena tersangka memanaskan tubuh korban dengan posisi kaki di atas dan kepala di bawah,” terang dia.

Lebih lanjut, tersangka akan dijerat Pasal 80 Ayat 3 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Sehingga ancaman hukumannya 15–20 tahun penjara. ”Sesuai undang-undang, tersangka terancam hukuman 15–20 tahun penjara,” jelas dia.

Sementara itu, Finarti, tante korban, mengatakan, ada dugaan kuat bahwa tersangka merupakan psikopat. Karena saat korban main di rumahnya, Desa Purwosekar, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, tidak jarang korban mengeluh dipukul dan dicubit oleh tersangka.

”Dan betul kalau main ke sini (Tajinan), saya lihat memang ada lebam-lebam di tubuhnya,” terangnya di Polres Malang Kota kemarin.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan bahwa ada dugaan kuat pernikahan tersangka dan istrinya itu tidak sah.

Karena berdasarkan penyelidikan ke keluarga tersangka, keluarga mengaku tidak pernah menjadi saksi dalam pernikahan mereka.

Perlu diketahui, berdasarkan pengakuan tersangka sebelumnya, keduanya nikah siri. ”Bisa jadi mereka hanya kumpul kebo,” terangnya.

Padahal, masih kata dia, tersangka dan istrinya memiliki anak umur 1,5 tahun yang disebut-sebut hasil dari pernikahan mereka.

Sedangkan rumah yang mereka tempati sekaligus tempat kejadian perkara (TKP) merupakan rumah kontrakan di Perum Tlogowaru Indah, Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang. ”Berdasarkan informasi, mereka sering berpindah-pindah kontrakan,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tersangka sempat memberi keterangan palsu kepada polisi saat dilaporkan oleh tante korban akibat menemukan bekas penganiayaan di tubuh korban saat jenazah korban dimandikan.

Tersangka mengaku korban meninggal akibat kedinginan hingga menggigil karena tenggelam di dalam bak mandi. Namun, terbukti keterangan itu adalah palsu.

Hal ini juga dikuatkan dengan hasil otopsi yang menunjukkan bahwa tidak ada sama sekali kematian korban yang disebabkan tenggelam, seperti yang disampaikan tersangka sebelumnya.

Pewarta : Imron Haqiqi
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Imam Nasrodin