Ada 3 Aplikasi Khusus Petani dan Wisatawan di Smart City

KOTA BATU – Sembilan hari lagi mimpi warga Kota Batu untuk punya Kota Cerdas (Smart City) bakal terwujud. Kemarin (26/8), Dr Ir Endroyono DEA, pakar sekaligus konsultan Smart City Pemkot Batu dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, menyatakan kelayakan untuk di-launching pada 4 September mendatang.

Hal ini disampaikan pria yang juga kepala Smart City ITS tersebut saat kegiatan evaluasi tim Smart City Pemkot Batu bersama Wali Kota Batu Eddy Rumpoko di ruang kerja wali kota, lantai V Balai Kota Among Tani, kemarin siang. ”(Setelah mendengar presentasi tim Smart City Pemkot, Red), saya rasa persiapan sudah maksimal (layak di-launching). Mulai dari perangkat hingga tenaga ahli sudah siap,” kata Dr Ir Endroyono DEA saat memberikan komentar presentasi evaluasi tim Smart City Pemkot Batu kemarin.

Menurutnya, kesiapan proyek senilai Rp 9,81 miliar itu sudah tak diragukan lagi. Apalagi, berdasarkan data yang disampaikan tim pemkot, program tersebut juga melibatkan tenaga ahli dari kalangan anak muda. ”Smart City butuh sentuhan anak-anak muda yang terampil di bidang teknologi,” ucap pria yang juga dosen ITS tersebut.

Tak hanya itu, lanjutnya, tim Smart City Pemkot Batu juga menyediakan puluhan tenaga ahli untuk mendampingi petani di lapangan. Sehingga, petani akan lebih cepat beradaptasi dengan Kota Cerdas itu. ”Sasaran utama program ini untuk petani. Makanya, sudah tepat ada pendampingan khusus untuk petani,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Batu Eddy Rumpoko menyatakan, proyek tersebut bakal menjadi solusi keluh kesah petani selama ini. Dia menerangkan, petani sering mengeluh saat tiba masa panen tetapi harga tanamannya justru turun. Hal ini karena petani sering ”dipermainkan” oleh tengkulak.



Adanya proyek satu-satunya di Malang Raya ini tentu bisa membuat petani lebih sejahtera. ”Petani bisa cek sendiri harga pasar sayuran dengan aplikasi itu. Ini bisa memutus mata rantai tengkulak nakal,” harap pria yang akrab disapa ER ini.

ER juga mengimbau agar petani tak perlu khawatir tentang Smart City tersebut, karena ada tim yang bakal mendampingi mereka di lapangan. ”Kami sudah siapkan tim untuk mendampingi petani di lapangan,” tandasnya.

Selain petani, ER melanjutkan, wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu juga bakal lebih dimudahkan. Mereka bisa mengecek event dan tempat wisata, serta kondisi jalan raya saat berkunjung ke Kota Apel ini. Caranya, dengan mengunduh aplikasi melalui smartphone yang berbasis Android.  ”Nggak hanya petani, wisatawan juga akan terbantu nanti,” terang politisi PDIP ini.

Terpisah, Ketua Tim Smart City Pemkot Batu Siswanto menyatakan, Smart City nanti bakal menyediakan tiga aplikasi. Yakni, aplikasi pertanian, aplikasi lapor, dan aplikasi info kota. Aplikasi pertanian bakal menyediakan informasi tentang harga, pasar, dan transaksi 24 jam. Sementara itu, aplikasi lapor khusus untuk laporan dari masyarakat. ”Laporan apa saja tentang layanan publik bisa dengan aplikasi ini,” kata pria yang juga kepala Diskominfo Kota Batu ini.

Tak hanya itu, dia melanjutkan, timnya juga sudah menyiapkan 80 tenaga honorer untuk Smart City. Rinciannya, sebanyak 48 untuk pendamping petani di lapangan, dan 32 orang lainnya untuk teknisi Smart City, baik di Among Tani Command Center maupun di 24 desa/kelurahan. ”Tim ini bakal memantau terus laporan dari warga melalui program Smart City itu,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanian Kota Batu Sugeng Pramono menambahkan, pihaknya menurunkan 6 tim untuk mendata petani di lapangan. Hingga kemarin, jumlah petani di kota dingin ini mencapai 150 ribu. Jumlah ini untuk petani sayur, bunga, dan buah. ”Lewat aplikasi itu, semua komoditas pertanian Batu nanti akan kelihatan. Pembeli bisa mengakses dan beli langsung ke petani,” tambahnya.

Seperti diketahui, proyek satu-satunya di Malang Raya ini sempat tertunda karena peserta lelang tidak ada yang layak. Sehingga, proses lelang harus diulang dan PT Aplikanusa Lintasarta menjadi pemenang lelang. Selain itu, sebelumnya tim Smart City juga melakukan rekrutmen 80 tenaga honorer. Kemarin, 80 tenaga honorer itu mendapatkan pembekalan dari ER dan tim Smart City.

Pewarta: Dian Kristiana
Penyunting: Imam Nasrodin
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Dian Kristiana