91.787 Pendaftar Gagal SMB PTN Bisa Pilih Jalur Mandiri

MALANG KOTA – Jalur mandiri menjadi peluang terakhir bagi calon mahasiswa baru (camaba) yang ingin masuk perguruan tinggi negeri (PTN).

Termasuk kesempatan bagi sekitar 91.787 pendaftar yang tidak lolos seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM PTN).

Peluang itu terbuka karena tiga PTN di Malang masih membuka pendaftaran jalur mandiri. Hanya, biaya yang dikeluarkan diperkirakan lebih besar jika dibandingkan jalur SBM PTN dan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNM PTN).

Universitas Negeri Malang (UM) misalnya, pendaftaran jalur mandiri dibuka sejak 26 Juni–15 Juli. Dengan demikian, pendaftar yang gagal di SBM PTN masih mempunyai waktu lima hari.

”Tahun ini kuotanya 30 persen, pendaftar bisa mengikuti tes mandiri berbasis komputer (TMBK) atau bisa menggunakan nilai UTBK sebelumnya,” ujar Wakil Rektor I UM Prof Dr Eko Budi Soetjipto MEd MSi.

Budi melanjutkan, pada jalur mandiri kali ini peluang besar untuk diterima pada prodi-prodi vokasi. Mengacu pada seleksi mandiri tahun sebelumnya, prodi-prodi tersebut kurang diminati para pendaftar.

Bahkan, persaingannya hanya berkisar 1 banding 3 peserta yang berhasil diterima. ”Peluang terbesar ada pada prodi-prodi vokasi, tahun lalu kurang diminati. Padahal, prodi vokasi di UM itu multiexit, nantinya mereka bisa memilih untuk lulus D-3 atau D-4 yang setara S-1,” terangnya.

Mengenai biaya, UM menerapkan uang kuliah semester (UKS) yang dibayar per semester, dan sumbangan pengembangan sarana akademik (SPSA) yang dibayar satu kali selama kuliah.

”Untuk jalur mandiri, mahasiswa akan dikenakan SPSA sebagai upaya subsidi silang antara mahasiswa mampu dan kurang mampu,” imbuhnya.

Sementara Universitas Brawijaya (UB) membuka pendaftaran jalur mandiri sejak 24 Juni–hari ini (10/7). Jalur mandiri UB terbagi 3 (tiga) kelompok ujian. Yaitu, kelompok ujian saintek, kelompok ujian soshum, dan kelompok ujian campuran.

Wakil Rektor I  UB Prof Dr Aulani’am DVN DES mengatakan, kuota jalur mandiri UB sebesar 30 persen atau sekitar 3.900 kursi.

”Selama mandiri, semuanya harus tes. Jika jalurnya seni rupa yang dipilih, ya harus ditambahkan portofolio tambahan dan ada jalur prestasi juga,” sambungnya.

Pelaksanaan tes tulis jalur mandiri UB dijadwalkan pada 15 Juli. ”Agar tidak bocor, ada tim yang membuat,” kata dia.

Kemudian jalur mandiri Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki dibuka sejak 6 Mei–15 Juli. Kepala Bidang Akademik UIN Hilmy SH mengatakan, untuk jalur prestasi dibuka lebih dahulu. ”Isinya jalur prestasi ini anak-anak yang berprestasi secara akademik, seni, olahraga, dan tahfiz Alquran,” jelasnya.

Untuk saat ini, kuota jalur mandiri UIN Maliki disediakan 735 kursi. ”Karena sesuai komando Kemeristekdikti, jalur mandiri harus 20 persen dari kuota total,” tambahnya.

Sesuai jadwal, tes akan dilaksanakan pada 23 Juli. Terdiri dari tes kemampuan dasar (TKD), tes kemampuan bidang (TKB) IPA atau IPS, serta tes baca tulis Alquran.

Untuk jalur akademik maupun jalur prestasi kuotanya akan disesuaikan pertimbangan usai pelaksanaan tes pada 23 Juli. ”Ini (porsi penerimaan) pimpinan nanti yang menentukan, melihat dari hasil tes atau seleksi,” lanjutnya.

Pewarta : Sandra Desi
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Mahmudan