90 Persen Lahan Pertanian Terimbas Angin Kencang

KOTA BATU – Dampak  angin kencang yang terjadi Minggu (17/11) lalu di Desa Sumber Brantas Kecamatan Bumiaji masih dirasakan warganya. Dari total 450 hektare lahan pertanian di sana, tercatat 90 persennya turut terimbas.

Edi Purnomo, salah satu petani sawi di sana, mengaku turut mengalami kerugian. Kepada koran ini dia mengaku bila tanaman sawinya baru ditanam sepekan yang lalu. ”Maklum usianya kan masih muda, jadi belum begitu kuat,” imbuhnya.

Ayah dari 2 anak itu berharap ke depan tidak ada lagi kejadian angin kencang susulan. ”Terlebih bantuan dari pemerintah sampai saat ini juga belum terlihat,” tuturnya.

Djoni Djunaedi, ketua Gapoktan Sumber Jaya di Desa Sumber Brantas, membenarkan bila petani yang paling merasakan dampak dari bencana angin kencang. Dialah yang menyebut 90 persen dari 450 hektare lahan pertanian terdampak.

Terkait kebutuhan bantuan, dia memperkirakan bila penyampaiannya memang diprediksi lambat. Sebab, saat ini kebutuhan petani meningkat dua kali lipat. Contohnya yakni kebutuhan kompos.

Yang biasanya berkisar di angka 20–30 ton kompos, pascabencana ini kebutuhan petani bisa mencapai 60–80 ton kompos per hektarenya. ”Kebutuhannya rata-rata memang meningkat,” kata dia.

Sementara itu, dari pantauan koran ini, sekolah yang ada di sana untuk sementara waktu diliburkan. Sekretaris Desa Sumber Brantas Natanael Purwanto menyebut ada 2 sekolah yang diliburkan. Yakni SDN 03 Tulungrejo dan SMPN 5 Batu. Keputusan itu dibuat karena kegiatan belajar dan mengajar dinilai belum efektif dilakukan.

”Mereka kemungkinan akan masuk kembali besok (hari ini). Tadi murid-murid SMP sebagian ada yang masuk untuk membantu kerja bakti bersama,” kata dia. Dia juga menyakinkan bila aktivitas di Puskesmas Sumber Brantas tetap berjalan seperti biasanya. Sementara tempat wisata yang masih ditutup yakni Wisata Pemandian Cangar.

Pewarta : Ulfa Afrian, Nugraha
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Bayu Mulya