81.9 Persen Masyarakat Sumut 1 Basis PDIP Rahasiakan Caleg Pilihannya

JawaPos.com – Sekitar 81.9 persen masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Utara (Sumut) 1 yang meliputi Medan, Deliserdang, Tebingtinggi dan Serdangbedagai yang menjadi basis PDI Perjuangan lebih cenderung merahasiakan siapa calon legislatif (caleg) yang akan dipilih. Hal itu diketahui berdasarkan quisioner yang disebar oleh Lembaga survei Onlinesumut.

Dari quisioner yang disebar 1 hingga 12 April 2019 itu, muncul beberapa nama caleg dari Partai PDI Perjuangan dan Partai Gerindra.

Dari Gerindra, Iskandar HP Sitorus berhasil meraup hingga 71.1%. Lalu HR Muhammad Syafii atau Romo sekaligus petahana memperoleh 10.4%, Husni 3.22% dan 13.3% tidak menjawab. Sedangkan dari PDIP yang diisi dengan nama-nama sejumlah tokoh politik, nama Yasona H Laoly sangat dominan di basisnya dengan perolehan 6.6% disusul Irmadi Lubis 3.6%.

Direktur Lembaga Survei Onlinesumut Yudhistira mengatakan, survei yang mereka buat bertema “Suara Caleg di Kandang Gerindra dan PDIP”. Quisioner disebar ke seluruh penduduk Dapil Sumut 1 yang telah mempunyai hak pilih dalam Pemilu atau telah berusia 17 tahun keatas ketika survei dilakukan.

“Jumlah responden atau jumlah sampel yang kita ambil sebanyak delapan ratus delapan puluh orang responden yang tersebar secara acak di wilayah Kota Medan, Deliserdang, Serdangbedagai dan Tebingtinggi” ungkap Yudhistira di Medan, Jumat (12/4).

Untuk metode penarikan sample, kata pria yang biasa disapa Yudis ini, dilakukan dengan cara wawancara tatap muka langsung.

Untuk Margin of Error dan Tingkat Kepercayaan, sambungnya, dari 880 orang sampel, margin of error survei ini sebesar sekitar 5 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

“Proses pengumpulan data sementara kita lakukan dengan mendatangi responden” ungkapnya.

Di samping itu, quality control dilakukan terhadap hasil survei melalui hasil verifikasi nomor induk kependudukan yang di cek secara online di www.data.kpu.go.id. Serta beberapa proses verifikasi lainnnya yang dilakukan oleh tim survei onlinesumut.com.

“Untuk survei kali ini, tujuannya menjajaki pendapat mengukur tingkat toleransi sikap dan perilaku pemilih. Melihat keinginan untuk ikuti pesta demokrasi yang jatuh pada 17 April 2019. Serta para Calon Legislatif antara Partai Gerinda dan PDI Perjuangan,” ujarnya.

Menurut Yudis, penyebaran kuisioner secara merata ke 4 kabupaten kota itu dengan persentase kepadatan jumlah penduduk. Lalu basis-basis pemenangan Pilgub Sumut 2018 baik dari Edy Rahmayadi dan Djarot secara berimbang.

“Sumber data tersebut menggunakan metode multistage random sampling dalam teknik pengambilan sampel responden,” sebutnya.

Survei yang baru ini, kata Yudis, pertama kali mengambil basis PDIP dan Gerindra. Baik di tingkat Kota dan Kabupaten yang ada di Dapil Sumut 1, guna mengetahui bagaimana perilaku pemilih dalam menentukan para caleg yang akan menjadi wakil mereka.

“Dari dua partai besar yakni PDIP dan Gerindra yang akan menguasai parlemen, caleg Iskandar HP Sitorus dari Gerindra menguasai perolehan suara dari 10 calon yang maju dari masing-masing partai” terang Yudis.

Angka 81.9 persen yang tidak menjawab alias merahasiakan pilihannya menjadi pertanyaan besar. Pihaknya menduga, mereka akan menjadi swing voter dan menjadi rebutan.

“Ini agak jadi pertanyaaan besar. Karena sampai survei ini selesai dilakukan, suara masyarakat di kandang masing-masing seperti basis PDIP yakni sebesar 81.9 persen tidak menjawab alias merahasiakan pilihannya. Mungkin itu bakal menjadi swing voters yang bisa menjadi rebutan bagi seluruh caleg dari dapil ini” pungkasnya.