8 Bulan, Indonesia Dihantam Gempa 11 Ribu Kali

MALANG – Sepanjang Januari hingga Agustus 2019, gempa menghantam Indonesia tercatat sekitar 11 ribu kali. Hal ini diungkap Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas III Karangkates mengacu pada rilis dari Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG pusat.

Kepala BMKG Klas III Karangkates, Musripan mengatakan, gempa memang tidak selalu terasa. “Sekarang sudah 11 ribuan, itu semua, total sampai Agustus ini,” tukasnya.

Khusus pada Agustus, BMKG pusat mencatat, telah terjadi gempa tektonik sebanyak 673 kali. Gempa berbagai magnitude ini memang banyak. Hanya saja, yang bersifat merusak bisa dihitung jari. Rincian selama Agustus, Gempa bumi dengan magnitudo signifikan di atas 5,0 terjadi sebanyak 22 kali, dan gempa yang dirasakan ada 56 kali dari total 673.

“Hal ini karena wilayah indonesia yang merupakan daerah dengan pertemuan tiga lempeng utama dunia yakni Eurasia, Pasifik dan Indo-Australia yang menjadikannya daerah aktif gempa bumi,” tutur Musripan.

Gempa dalam berbagai magnitudo itu juga termasuk gempa swarm. Swarm merupakan aktivitas gempa bermagnitudo yang relatif kecil dengan frekuensi kejadiannya yang tinggi dan berlangsung dalam waktu yang relatif lama di wilayah sangat lokal atau lingkup kecil.



Gempa swarm tidak membahayakan. Hanya saja jika gempanya terasa, bisa juga merusak beberapa infrastruktur karena sifatnya yang konstan.

“Swarm ini biasanya terjadi pada sesar sesar dekat gunung. Dan gempanya itu tidak terlalu besar dan skalanya konstan biasanya,” tutupnya.

Fenomena swarm di Indonesia sudah terjadi beberapa kali. Terbaru, Gempa swarm terjadi di Madiun pada 3 Agustus 2019 lalu dimana terjadi gempa lebih dari 18 kali dalam rentang jarak harian. Fenomena swarm juga terjadi di sebelah barat daya Kaki Gunung Salak pada 10 hingga 28 Agustus 2019, dimana sekitar 18 hari, gempa tercatat 84 kali.

Pewarta: Elfran Vido
Ilustrasi: Rahadian Bagaskoro
Penyunting: Fia