700 Warga Sudah Antre Huni Rusunawa

MALANG KOTA – Daftar calon penghuni rumah susun sewa (rusunawa) di Kota Malang cukup panjang. Tepatnya ada 700 kepala keluarga yang sudah mengajukan ke Pemkot Malang. Mereka menunggu antrean berakhirnya masa sewa penghuni lama.

Plt Disperkim Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi menjelaskan, ada rumah susun sederhana sewa yang diperuntukkan warga Kota Malang yang kurang mampu atau berpenghasilan rendah. ”Terkait rumah murah, ada rumah susun sederhana sewa,” jelasnya.

Hanya saja, rumah susun tersebut hanya terbatas untuk 3 tahun masa huni. Karena kata Diah, warga harus bergantian dengan warga Kota Malang lain di periode berikutnya.

Dengan harapan, warga yang sudah tinggal di rumah susun selama 1 periode, berikutnya bisa membeli rumah yang layak. ”Kalau belum bisa, kami beri kesempatan nambah satu periode lagi, dengan persyaratan,” kata wanita yang juga Asisten 1 Pemkot Malang tersebut.

Rumah susun tersebut, Diah menyatakan, memang dikhususkan warga Kota Malang yang berpenghasilan rendah. Ada 3 rumah susun sederhana yang dikelola Disperkim Kota Malang melalui UPT Rusunawa.

Yaitu 2 twin block di Rusunawa Buring I dan 1 twin block di Rusunawa Buring II. Berdasar Peraturan Wali Kota Malang 41/2013, tarif sewa mulai Rp 75 ribu hingga Rp 175 ribu per bulan. ”Ada tiga rumah susun sederhana,” tandasnya.

Diah melanjutkan, 1 twin block berkapasitas 99 hunian. Yaitu 3 hunian di lantai 1 dan 24 hunian masing-masing di lantai 2 hingga lantai 5. Dalam setiap periode, rumah susun tersebut selalu penuh penghuni.

Sementara masyarakat yang mengantre tak kurang dari 700 kepala keluarga. ”Catatan kami ada sekitar 700 warga yang mengantre. Ini sedang didata ulang oleh kepala UPT Rusunawa,” pungkasnya.

Pewarta               : Fajrus Shidiq
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Abdul Muntholib
Fotografer          : Rubianto