7 Tips Pola Makan Khusus Untuk Anak-Anak Penderita Kanker

JawaPos.com – Anak-anak dengan kanker membutuhkan lebih banyak kalori dan protein. Sayangnya pasien kanker anak tentu mengalami nafsu makan yang berkurang.

Padahal, misalnya protein dibutuhkan untuk pertumbuhan dan untuk membantu tubuh memperbaiki dirinya sendiri. Mendapatkan kalori yang cukup dapat membantu pasien kanker anak lebih mudah untuk pulih, menjalani pengobatan, dan mencegah penurunan berat badan.

Selain itu, anak-anak dengan kanker juga harus lebih selektif dalam memilih makanan. Misalnya tak boleh tinggi gula, bahan pengawet atau makanan olahan dan junk food. Tentunya ahli gizi akan memberi saran bagaimana menyajikan makanan tinggi kalori dan tinggi protein, untuk mereka.

Dilansir dari laman Stanford Childrens, Jumat (17/1), anak-anak yang menjalani perawatan kanker kadang-kadang membutuhkan nutrisi parenteral total (TPN) untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi mereka. TPN adalah campuran khusus glukosa, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang diberikan melalui infus (intravena) ke dalam pembuluh darah. TPN menyediakan nutrisi yang dibutuhkan anak ketika ia tidak bisa makan atau menyerap nutrisi dari makanan.

Selain itu, kadang-kadang setelah kemoterapi, bisa membuat darah lebih rendah. Selama masa-masa ini, tim kesehatan akan menyarankan untuk menghindari makanan tertentu seperti sayuran mentah dan daging yang kurang matang. Maka ada beberapa kiat untuk mengatasi masalah asupan nutrisi pada anak dengan kanker.

1. Jika Nafsu Makan Buruk

Cobalah makanan kecil dan camilan yang lebih sering. Coba ubah waktu, tempat, dan lingkungan sekitar untuk makan. Biarkan anak membantu berbelanja dan menyiapkan makanan. Tawarkan makanan dan camilan berkalori tinggi, dan berprotein tinggi. Jadikan waktu makan sebagai saat yang menyenangkan.

2. Luka Mulut atau Sariawan

Saat mulut anak luka atau sedang sariawan, tawarkan makanan lunak yang mudah dikunyah. Hindari makanan yang mengiritasi mulut, termasuk buah jeruk atau jus, makanan pedas atau asin, makanan kasar, kasar, atau kering (seperti sayuran mentah, kerupuk, pretzel, keripik, roti panggang). Gunakan blender untuk membuat makanan lebih lembut dan lebih mudah dikunyah.

3. Tak Selera Pada Rasa

Tawarkan makanan asin atau berbumbu. Gunakan bumbu beraroma pada makanan. Rendam daging dalam jus buah, saus teriyaki, atau saus Italia. Tawarkan makanan yang beraroma sedap.

4. Saat Mulut Anak Terasa Kering

Cobalah makanan dan minuman manis atau asam seperti limun (tetapi tidak jika tak ada luka pada mulut). Tawarkan permen. Tawarkan makanan yang lebih lembut yang mungkin lebih mudah ditelan. Jaga bibir anak lembab dengan lip balm. Berikan sedikit air sesering mungkin. Tawarkan makanan yang mengandung lebih banyak cairan di dalamnya.

5. Saat Anak Mual dan muntah

Cobalah makanan yang mudah dicerna seperti cairan bening, gelatin, roti, nasi, sereal kering, dan kerupuk. Hindari makanan yang digoreng, berminyak, sangat manis, pedas, panas, atau beraroma kuat. Tawarkan makanan kecil dan sering.Tawarkan air, jus, minuman olahraga, atau minuman lain sepanjang hari.

6. Saat Anak Diare

Cobalah untuk menghindari makanan tinggi serat, termasuk kacang-kacangan dan biji-bijian. Hindari buah dan sayuran mentah. Cobalah membatasi makanan berminyak, berlemak, atau digoreng. Batasi makanan yang mengandung gas. Tawarkan makanan kecil dan sering sepanjang hari. Batasi susu dan produk susu.

7. Saat Anak Sembelit

Tawarkan makanan berserat tinggi, termasuk roti gandum dan sereal, buah dan sayuran mentah, kismis, minum banyak cairan.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani