7 Tahun Komunitas ini Berjuang, Demi Apa?

Ingin mendalami sastra? Bisa jadi Komunitas Pelangi Sastra Malang (PSM) layak jadi terminalnya. Meski baru tujuh tahun berdiri, yakni sejak diresmikan pada 7 Juli 2010, ratusan kegiatan sudah digelar oleh komunitas ini. PSM punya andil besar dalam menghidupkan kegiatan literasi di Malang Raya.

SEJAK diinisiasi Denny Mizhar dan Ragil Supriyanto –penyair yang kerap dipanggil Ragil Sukriwul– sekitar tujuh tahun silam, komunitas para penggemar sastra itu tidak pernah sepi kegiatan. Hampir setiap bulan selalu ada kegiatan.

Kegiatan terbaru yang mereka gelar adalah pada pertengahan Juli lalu. Bertempat di Kafe Pustaka Universitas Negeri Malang, PSM menggelar #kenduriliterasi bertajuk ”Halalbihalal Sastra Kota Malang”. Rangkaian acaranya mulai orasi budaya, pembacaan puisi, hingga musik akustik.

Konsepnya hampir sama dengan kegiatan yang digelar di awal-awal berdirinya PSM. Pada 2010 silam, Ragil yang sudah eksis di Komunitas Mozaik Malang mengajak Denny menggarap antologi cerita pendek (cerpen) penulis-penulis Malang. Kumpulan cerpen tersebut terbit dengan judul Pledoi: Pelangi Sastra Malang dalam Cerpen pada 2009.

”Tahun 2010, kami menggelar kegiatan Pelangi Sastra Malang [On Stage] pertama. Waktu itu, agendanya pembacaan karya puisi Wahyu Prasetya. Itu juga dijadikan tanggal berdirinya PSM,” ujar Koordinator PSM Denny Mizhar saat ditemui di Griya PSM di Jalan Mayjen Panjaitan Dalam beberapa waktu lalu.

Kala itu, belum banyak kegiatan sastra di Malang. Sehingga, antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk menyaksikan kegiatan PSM. Beberapa penyair dan sastrawan kenamaan juga hadir. Di antaranya, Nanang Suryadi, Tengsoe Tjahjono, Joko Saryono, serta puluhan penyair muda.
Berbagai komunitas juga hadir untuk mengapresiasi kegiatan PSM.



Akhirnya, kegiatan [On Stage] rutin digelar dengan pembacaan cerpen, naskah drama, pertunjukan teater, musikalisasi puisi, dan lain-lain.

”Sambutan (masyarakat) sangat bagus. Akhirnya, kami menggelar secara rutin Pelangi Sastra Malang [On Stage] setiap bulan. Kini sudah 58 kali diadakan,” papar pria asal Lamongan itu.

Selain Denny dan Ragil, beberapa nama yang aktif mengelola kegiatan PSM di antaranya Ratna Satyavati, Noval Jubbek, Nadia Agustina, Syafira Farar, Mila Irawati, Grace, dan Asrina Danu. Periode selanjutnya, bergabung Yesi Devisa, Arie Triaangga Sari, dan Nurlayla Ratri.

Hingga kini yang masih aktif di komunitas tersebut di antaranya, Johan Wahyudi, Naila Ali, Elyda K. Rara, Bahaudin, Royyan Julian, Fahrul Hakim, Felix K. Nesi, Dwi Ratih Ramadhany, Alra Ramadhan, Einid Shandy, Han Farhani, Achmat Fatoni, Bahrudin Baiq, Asrofi, Alif, Dewi Risqi, Muroyana, dan Istie.

”Kami mengadakan kegiatan-kegiatan dari kafe ke kafe dan dari kampus ke kampus,” terangnya.

”Kami dipertemukan karena kecintaan terhadap sastra, dan ingin dinamisasi kerja-kerja sastra terjadi di Malang,” tambah Denny.

Menurut Denny, pada intinya, kegiatan PSM dibuat untuk jalur distribusi pengetahuan tentang sastra dan kesenian. Bentuknya, mulai bedah buku, panggung sastra dan seni, pelatihan menulis, dokumentasi, penerbitan, dan berjejaring dengan komunitas-komunitas sastra, serta komunitas seni lainnya.

Di antara sastrawan nasional yang pernah hadir dalam kegiatan PSM adalah Agus Noor, Putu Fajar Arcana, Eka Kurniawan, Okky Madasari, Mashuri, Mahfud Ikwan, dan Sigit Susanto. ”Eksistensi PSM lebih pada menghadirkan ruang untuk tumbuh kembang sastra di Malang,” paparnya.

Pewarta: Nurlayla Ratri
Penyunting: Mahmudan
Foto: Komunitas Pelangi Sastra Malang