7.251 ASN Haram Pakai LPG 3 Kg

MALANG KOTA Rencana pemerintah terus mengurangi pemakaian LPG 3 kilogram mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Dalam waktu dekat, pemkot akan mengeluarkan surat imbauan agar tidak memanfaatkan LPG bersubsidi.

Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Malang Wasto menyatakan, pihaknya mengimbau agar sebanyak 7.251 aparatur sipil negara (ASN) tidak menggunakan LPG bersubsidi. Menurut dia, ini mewujudkan sikap empati karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan. ”Kami akan bikinkan surat imbauan nanti. Intinya, ASN Kota Malang kami imbau untuk tidak pakai LPG itu (3 kg),” kata pria yang juga menjabat sekkota Malang ini di kantornya kemarin.

Menurut dia, ASN relatif mampu untuk membeli gas LPG nonsubsidi. Sehingga, LPG bersubsidi tersebut tidak langka di pasaran. ”ASN mampu lah beli yang bukan subsidi,” ungkapnya.

Tak hanya itu, masih kata dia, pihaknya juga mengimbau kepada ASN yang memiliki tabung LPG 3 kilogram agar menukarkan ke nonsubsidi. Sehingga, persediaan tabung LPG bersubsidi tersebut tidak langka lagi di pasaran. ”Menukarnya kalau sudah habis gasnya,” imbuh mantan kepala Barenlitbang Kota Malang ini.

Sementara itu, program tukar tabung gas subsidi 3 kilogram ke bright gas ukuran 5,5 kilogram yang dilakukan Pertamina tampaknya membuahkan hasil. Ini karena, per bulan ada 130 ton tabung gas atau sekitar 23 ribu tabung gas ukuran 5,5 kg  yang dibeli masyarakat.

Pertukaran tabung gas ini selain  mudah caranya, juga hemat di kantong. Konsumen hanya perlu menukarkan dua tabung LPG kosongan dengan satu tabung bright gas kosongan. Jadi, konsumen hanya mengeluarkan Rp 65 ribu hingga Rp 70 ribu untuk  mendapatkan tabung bright gas yang terisi penuh.

Senior Sales Eksekutif LPG VI Pertamina MOR V Ancala Egah menyatakan, penukaran ini jauh lebih hemat daripada membeli tabung baru bright gas 5,5 kilogram. ”Kalau baru saja dibanderol Rp 320 ribu,” kata Anca.

Dari promo Pertamina ini, dia akui ada kenaikan drastis jumlah tabung gas. ”Tahun lalu, penjualan bright gas per bulannya hanya mencapai 30–50 ton saja,” jelasnya. Dari program marketing baru ini, penjualan tabung gas mencapai 130 ton per bulan atau 23 ribu tabung se-Malang Raya. Sementara target penjualan, per bulan Anca menargetkan bisa tembus hingga  di atas 200 tabung bright gas.

Penukaran ini, dia akui menurunkan jumlah pembelian tabung subsidi 3 kilogram. ”Tetapi di sisi lain, bright gasnya naik dan ini bagus,” kata dia. Tetapi penukaran tabung gas ini tidak bisa dilakukan di semua pangkalan dan SPBU. Dari 3 ribu pangkalan hanya 2 ribu saja yang sudah melayani penukaran tabung gas.

Anca menyatakan, program penukaran ini lebih disasarkan pada pengusaha makanan seperti kafe, kedai, dan pelaku UMKM. ”Mengapa sasaran kami seperti ini? Karena bright gas lebih efisien, hemat untuk produksi para pengusaha,” pungkasnya.

Pewarta: Imam Nasrodin / Sandra Desi
Copy Editor: Amalia
Penyunting: Irham Thoriq
Fotografer: Falahi Mubarok