62 Guru dan Siswa SMAN 7 Positif Carrier Difteri

KOTA MALANG – Wabah carrier difteri memang tak bisa disepelekan. Setelah MIN 1 Malang mendeteksi 212 guru dan siswa positif carrier difteri. Kini giliran SMAN 7 Malang yang dihempas kabar penularan kuman Corynebacterium diphtheria itu.

“Ya benar, minggu lalu ada yang periksa mandiri di puskesmas Kendalkerep. Nah ternyata hasilnya 20 guru serta 42 siswa positif carrier difteri,” kata Kepala SMAN 7 Malang, Dra Herlina Wahyuni, M.Pd saat dikonfirmasi, Rabu (23/10).

Setelah mendapat kabar itu, Jumat (18/10) ia mengundang 1130 wali murid untuk pemberian obat antibiotik dari Dinas Kesehatan Kota Malang. Juga memberi sosialisasi penggunaan cara minum obat. Namun, ternyata hanya 280 orang tua yang datang.

“Padahal obat itu cara pakainnya nggak boleh sembarangan. Harus 6 jam sekali. Kalau salah bisa kena efek sakit di lambung. Kita juga beri ke security, penjual di kantin, sampai office boy,” jelasnya.

Menindaklanjuti proses pengobatan pun ia lalu meliburkan siswa dan gurunya yang terjangkit carrier difteri hari Senin (21/10) sampai Selasa (22/10). Namun hari ini (23/10) hanya guru saja yang masuk, dikatakannya murid masih disarankan untuk libur.

Pasca pemberian obat itu pun, kegiatan belajar mengajar di SMAN 7 Malang sedikit berbeda. Guru dan siswa ia wajibkan memakai masker. Untuk mencegah penularan dari cipratan ludah maupun batuk.

“Nanti rencananya hari Jumat minggu ini kami adakan swab (pemeriksaan usap untuk mendeteksi penyakit difteri) massal dengan menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Untuk mengetahui apakah masih ada yang positif atau tidak. Pun kita mengimbau orangtua juga swab mandiri,” tandasnya.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Darmono
Penyunting: Fia