500 Seniman Kenalkan Seni Tradisi

Kesenian tradisi di Kota Batu terus dilestarikan oleh seniman dan pemerintah. Pada Sabtu (24/3) malam lalu misalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mengadakan acara parade seni budaya masyarakat seni Kota Batu yang bertajuk Among Tani Arts Festival. Kegiatan tersebut digelar di halaman Balai Kota Among Tani dengan melibatkan 500 seniman seni tradisi. ”Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas seniman-seniman, khususnya seniman seni tradisi,” kata Agus Mardianto, penata pertunjukan dan acara Among Tani Arts Festival, kemarin (25/3).

KOTA BATU Kesenian tradisi di Kota Batu terus dilestarikan oleh seniman dan pemerintah. Pada Sabtu (24/3) malam lalu misalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mengadakan acara parade seni budaya masyarakat seni Kota Batu yang bertajuk Among Tani Arts Festival. Kegiatan tersebut digelar di halaman Balai Kota Among Tani dengan melibatkan 500 seniman seni tradisi. ”Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas seniman-seniman, khususnya seniman seni tradisi,” kata Agus Mardianto, penata pertunjukan dan acara Among Tani Arts Festival, kemarin (25/3).

Selain untuk meningkatkan kualitas kesenian yang ada di kota Batu, kata dia, acara parade seni budaya masyarakat seni Kota Batu juga bertujuan untuk mempersiapkan gelaran Apeksi (Asosiasi Pemerintah Kota Se-Indonesia) yang akan digelar pada 18 April 2018. ”Jadi, penampilan Sabtu malam kemarin akan ditampilkan lagi ketika acara Apeksi,” kata dia. ”Nantinya akan digarap dengan maksimal. Satu tampilan yang menampilkan kearifan lokal kesenian Kota Batu,” ucap pelatih kesenian di sanggar seni lintas agama Viriya Cipta Budaya Vihara Kota Batu itu.

Kesenian tersebut mengangkat tema Manunggal ing Ati. Artinya, jelas Agus, pertunjukan nantinya berupa kolaborasi seni tradisi Kota Batu. Kesenian yang ditampilkan seperti karawitan, tari, orkestra gamelan, lintas agama, sanduk, kuda lumping, bantengan, pencak silat, campursari, seblak gronjong, hingga dagelan. ”Acara tersebut dikemas dalam satu penampilan dengan melibatkan 500 seniman tradisi Kota Batu,” ujarnya.

Kelompok yang diasuh oleh Agus Mardianto sendiri direncanakan menampilkan kesenian orkestra gamelan dan campursari. Selain itu, juga menampilkan parade seni kuda lumping, kolaborasi se-Kota Batu dengan 80 penari yang tergabung dari tiga kecamatan. ”Spesial juga ada penampilan barong sembur api Turonggo Madyo,” paparnya.

Agus berharap pelaksanaan parade seni masyarakat Kota Batu ini tidak hanya dilaksanakan satu kali, tapi digelar secara rutin setiap tahun. ”Biarpun tidak menggunakan panggung, sound system, dan lain-lain. Karena seniman hanya membutuhkan ruang untuk menampilkan karya-karyanya,” kata Agus. ”Bahkan, adanya gelaran kesenian seperti ini (parade kesenian) bisa menambah destinasi wisata dalam hal kesenian. Selama ini masih jarang dijumpai,” tuturnya.



Dia melanjutkan, pemerintah harus serius memberi perhatian pada masyarakat seni di Kota Batu. ”Mungkin dengan mengadakan workshop, pelatihan kepada seniman-seniman untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitasnya,” pungkasnya.

Pewarta : Arif Afifi
Penyunting : Aris Syaiful
Copy Editor : Arief Rohman
Foto :Rubianto