500 Personel Siap Amankan The Malang Marathon

MALANG KOTA – Panitia tidak ingin event akbar bertajuk The Malang Marathon berlangsung apa adanya lusa (29/7). Untuk itu, panitia menyiapkan 500 personel untuk melakukan pengamanan. Ratusan personel ini akan mengamankan event yang diikuti sekitar 2.050 peserta.

Hal tersebut kemarin (26/7) disampaikan ketua panitia The Malang Marathon 2018 Paulus Oliver Yoesoef saat press conference di De’Boutique Style Hotel, Jalan Kaliurang, Kota Malang. Dalam konferensi pers tersebut, banyak hal teknis yang dipaparkan panitia kepada puluhan wartawan yang hadir.

”Dari 500 personel, 300 orang di antaranya dari TNI, sedangkan 200 personel dari dinas perhubungan, satpol PP, dan lain-lainnya,” kata pria yang berprofesi sebagai notaris ini.

Nantinya, 500 personel ini akan disebar mulai dari area start dan finis di Balai Kota Malang. Untuk diketahui, event The Malang Marathon terbagi dalam tiga kategori, yakni 21K (kilometer), 10K, dan 5K. Acara ini bakal diikuti 20 pelari dari 12 negara.

Untuk pengamanan di lintasan, Race Director The Malang Marathon Didit Santoso menambahkan, saat ini panitia sudah memberi woro-woro tentang ditutupnya jalan di sejumlah titik.



”Jadi, masyarakat bisa mengantisipasi kapan jalannya akan ditutup karena ada event The Malang Marathon,” imbuhnya.

Sedangkan untuk event Car Free Day (CFD) di Jalan Simpang Balapan Ijen, Didit menyatakan, nantinya jalan yang akan dilintasi para pelari adalah bagian timur (sebelah Perpustakaan Kota Malang). Dengan demikian, event CFD lusa (29/7) tetap digelar, tapi pelaksanaannya di jalan sebelah barat.

”Kami memakai satu lajur saja,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam acara konferensi pers kemarin, selain Paulus dan Didit, yang hadir di antaranya Dandim 0833/Kota Malang yang juga Pembina Komunitas Lari Malang Raya (Kolamara) Letkol Inf Nurul Yakin dan Eko Syah, perwakilan dari Pemkot Malang.

Letkol Inf Nurul Yakin menambahkan, dia sangat mendukung event ini. Apalagi, event tersebut diselenggarakan Kolamara.

”Komunitas ini kami dirikan karena awalnya komunitas lari di Malang menggelar kegiatan sendiri-sendiri, makanya ada Kolamara,” katanya.

Karena itu, dia mendukung penuh event The Malang Marathon. Apalagi, event ini adalah event kali pertama di Malang Raya. Tentu saja, dengan adanya event tersebut akan menggenjot dunia pariwisata di Malang Raya.

”Selain itu, bentuk dukungan TNI adalah mempersiapkan 300 personel yang diturunkan untuk melakukan pengamanan,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam acara kemarin, kepada wartawan, panitia menunjukkan kaus beserta medali yang akan dipakai peserta. Untuk kaus ada dua, yakni berwarna biru laut dan biru dongker. Untuk kaus berwarna biru laut akan digunakan seluruh peserta.

”Sedangkan yang ini (kaus berwarna biru dongker), khusus bagi peserta yang finis pada kategori 21K. Sebab, bagi pelari, ini sebuah pencapaian yang membanggakan,” kata Paulus sambil menunjukkan kaus tersebut.

Untuk medalinya, panitia membuat medali dengan motif topeng Malangan. ”Ini untuk mengangkat cita rasa lokal,” pungkasnya.

Pewarta: Irham Thoriq
Penyunting: Irham Thoriq
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Darmono