50 Hektare Lahan Bawang Putih Siap Dipanen

KOTA BATU Tak ingin kenaikan harga bawang putih terjadi lagi, sejumlah pihak di Kota Batu mulai bergerak mengantisipasi. Seperti diketahui, Pemkot Batu sudah mendatangkan 78 ton bawang putih. Mereka mengimpor langsung dari China di pekan pertama bulan puasa ini. Stok tersebut rencananya bakal dipakai untuk menstabilkan harga di pasaran. Tak ketinggalan, sejumlah petani juga bersiap memanen bawang putihnya. Dari monitoring Dinas Pertanian Kota Batu, ada 50 hektare lahan yang siap untuk dipanen.

Lahan tersebut berada di Kecamatan Bumiaji. ”Bibit bawang putihnya dari Malang Raya dan dari Jawa Tengah. Beberapa sudah ada yang panen, ya per hektare-nya kira-kira bisa menghasilkan sekitar 8 ton,” terang Sekretaris Dinas Pertanian Kota Batu Hendry Suseno kemarin (16/5). Fokus untuk mengembangkan komoditas bawang putih kini juga diarahkan Pemkot Batu. ”Target kami ada 200 hektare yang bisa ditanami bawang putih,” sambungnya.

Dinas Pertanian Kota Batu sudah melirik sejumlah daerah yang bisa mengembangkan bawang putih. Seperti di Desa Sumbergondo, Desa Sumberbrantas, Desa Tulungrejo, dan Desa Bumiaji. Untuk memulai kembali menanam bawang putih, dia mengaku perlu memberi pemahaman kepada para petani. Tahap itu menjadi penting karena banyak para petani yang merasakan trauma kegagalan menanam bawang putih di era tahun 1980-an.

Kala itu, Kota Batu memang dikenal sebagai daerah penghasil bawang putih. Tetapi sejak ada impor bawang putih di tahun 1990-an, para petani mulai gulung tikar. Mereka pun banyak yang beralih untuk mengembangkan komoditas lain. ”Ya di antara petani ini masih ada yang trauma, takut jika panen mereka kalah saing. Makanya dari kami memberikan pemahaman. Kami juga mendukung petani dari segi sarana dan prasarana,” tutup Hendry.

Pewarta : Miftahul Hda
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Bayu Mulya
Fotografer : Miftahul Huda