5 Penyakit Mental yang Paling Sering Ditemui

ZETIZENID – Penyakit mental sebenarnya sama bahayanya dengan penyakit yang menyerang fisik. Sayangnya, penyakit mental memang kerap kali disepelekan karena gejala yang tidak tampak mata.

Meski begitu, seseorang tidak bisa mendiagnosis dirinya sebagai pengidap penyakit mental melainkan harus melibatkan peran psikiater, sebagai seorang professional. Well, spektrum dari penyakit mental memang sangat luas. Dilansir zetizen.id dari berbagai sumber, berikut 5 penyakit mental yang paling sering ditemui!

Depresi

Kesadaran akan penyakit mental satu ini makin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Sayangnya, arti depresi sering dipersempit menjadi ‘perasaan sedih yang mendalam’ atau ‘keadaan tertekan’. Well, it’s way more than that! Menurut American Psychiatric Association, depresi adalah penyakit medis yang dapat menyebabkan seseorang merasa sedih dan menarik diri dari masyarakat. Gejala depresi, berdasarkan National Alliance on Mental Illness, meliputi perubahan perilaku, susah konsentrasi, kehilangan energi, harapan dan bahkan dapat berdampak pada sakit secara fisik.

Anxiety Disorder



Seperti namanya, anxiety disorder merupakan keadaan khawatir atau takut yang terus menerus dan mengganggu aktivitas sehari-hari, menurut National Institute of Mental Health. Secara umum, gejala penyakit ini meliputi susah berkonsentrasi, merasa letih, detak jantung cepat dan gemetar berlebihan.

Ada banyak tipe dari penyakit ini, seperti panic disorder, phobia, dan obsessive compulsive disorder (OCD). Sama seperti depresi, ketiga penyakit ini seringkali disalahartikan.

Bipolar Affective Disorder

Bipolar is not mood swing! Bipolar disorder, atau disebut juga dengan penyakit manic-depressive, adalah penyakit yang menyerang otak yang menyebabkan perubahan mood, energi, dan kemampuan untuk menjalankan keseharian secara tidak normal. Seperti namanya, penyakit ini meliputi dua periode. Manic periode, ketika seseorang merasa sangat energetik dan senang, dan periode depressive, yaitu ketika seseorang merasa down dan ‘empty’. Tak hanya berdampak pada mood dan emosi, bipolar juga memengaruhi perubahan ekstrem pada waktu tidur.

Skizofrenia

Penyakit yang diidap oleh Arthur Fleck dalam film Joker (2019) ini diidap oleh 23 juta orang di seluruh dunia, berdasarkan WHO (10/10). Skizofrenia ditandai oleh distorsi berpikir, persepsi, emosi, bahasa dan perilaku. Halusinasi, delusi dan gerakan tubuh ynag gelisah juga merupakan gejala skizofrenia. Dengan tingginya jumlah pengidap, penyakit ini masih mendapatkan stigma negatif di masyarakat. Sebutan gila atau sakit jiwa seringkali disematkan pada sang pengidap.

Dementia

Dementia seringkali dikaitkan dengan masalah penuaan. Berbeda dengan Alzheimer, Dementia merupakan akumulasi penyakit yang menyerang fungsi kognitif seseorang. Penyakit ini dapat mempengaruhi memori, pikiran, bahasa, hingga kapasitas memahami dan mempelajari sesuatu. Penyakit yang secara global diidap oleh 50 juta orang ini belum memiliki obat penyembuhnya.

Penulis: Ananda Triana
Foto: Istimewa
Penyunting: Fia