5 Orang Jamaah Haji Asal Kabupaten Malang Gagal Berangkat, 1 Orang Meninggal

Pemberangkatan Jamaah Haji Kabupaten Malang dari kantor Kemenag

MALANG- Sebanyak 5 Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Malang dipastikan gagal bergabung bersama 2287 CJH lain asal Kabupaten Malang. Kelima orang tersebut harus menunda ataupun gagal untuk bisa berangkat di pemberangkatan jamaah haji serentak di Indonesia tahun ini.

“Ada 5 orang yang gagal berangkat. Satu orang meninggal, 3 orang sakit dan satu orang, istri yang memutuskan menemani suaminya yang sedang sakit,” papar Kepala Kemenag Kabupaten Malang, Dr H Musta’in, MAg usai memberangkatkan 101 CJH Kabupaten yang tergabung dalam kloter 17, Kamis, (11/7) pagi tadi.

Muzayyanah, CJH asal Pagentan, Singosari yang seharusnya masuk di kloter 17 wafat sebelum bisa berangkat ke tanah suci. Sementara, Kamal, asal Kepanjen, Ateng Khoiruman asal Wajak dan Sudja’i asal Ngantang, Kabupaten Malang gagal berangkat karena sakit. Sunarsih, yang merupakan istri dari Sudja’i harus rela menunda keberangkatan di tahun ini karena memutuskan menemani suaminya yang terbaring sakit.

Total 3 bis digunakan untuk memberangkatkan kloter pertama yang sekaligus menandai keberangkatan kloter selanjutnya yang bakal dilaksanakan besok. “Ada 6 kloter total, kebetulan calon jemaah haji yang meninggal masuk dalam kloter pertama ini, jadi seharusnya 102 orang yang berangkat pagi tadi,” papar Musta’in.

CJH yang wafat diketahui meninggal dunia kemarin lusa. “Oleh karena itu jaga kesehatan baik-baik supaya bisa sampai dengan selamat sampai pada pemulangan nanti,” pesan Musta’in.



Ia menganjurkan CJH asal Kabupaten Malang banyak-banyak istirahat dan terus menjaga stamina. “Karena nantinya fisik yang harus ditekankan, salat 5 kali sehari selama 40 kali dan suhu sampai diatas 40 derajat itu jelas bukan hal yang mudah,” tandasnya.

Besok, gelombang kedua bakal menyusul berangkat dari dua lokasi. Yakni Lawang dan Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Pewarta: Elfran Vido
Penyunting: Kholid Amrullah