5 Fakta Jazz Gunung Ijen 2019 yang Bikin Kamu Nyesel Karena Nggak Nonton

BANYUWANGI – Kemeriahan Jazz Gunung Ijen 2019 pada Sabtu, 21 September tempo hari rasanya tak bisa dilupakan. Digelar di amfiteater Taman Gandrung Terakota, Jiwa Jawa Resort, Banyuwangi, guest star seperti Tompi, Yura Yunita, Parkdrive, MLD Jazz Project, Ring of Fire Project, Lalare Orkestra, dan Bintang Mencari Bintang ini berhasil membuat suasana venue semalam terasa intim dan hangat.

Meski sempat diguyur hujan, penonton lantas tak gentar dan semakin memadati area venue untuk menyaksikan penampilan guest star favoritnya.

“Gapapa, cuma gerimis dikit saja ini. Worth it, apa lagi ada Parkdrive sama Tompi yang saya senangi musik-musiknya,” ujar Firda, salah seorang penonton saat ditemui radarmalang.id.

Kali ini radarmalang.id akan membagikan hal-hal menarik yang ada di Jazz Gunung Ijen 2019 dan dirangkum menjadi beberapa highlight berikut ini.



1. Siswa-siswi SD dan SMP di Lalare Orkestra Jadi Pembuka Jazz Gunung Ijen

Sekelompok siswa-siswi SD dan SMP yang tergabung dalam grup Lalare Orkestra menjadi Opening Act di Jazz Gunung Ijen 2019. Mereka membawakan sejumlah permainan musik dan nyanyian seperti lagu Twinkle Twinkle Little Stars, Apanya Dong, sebuah lagu berbahasa Cina, dan beberapa lagu yang nampaknya seperti sebuah kidung berhasil diaransemen dengan apik dan mendapatkan tepuk tangan serta rasa kagum penonton.

2. Beri Tribute Kepada Chrisye, MLD Jazz Project Nyanyi Lagu ‘Anak Sekolah’

Grup hasil ajang audisi MLD Jazz Project Season 4 ini berhasil membuat para penonton bernostalgia ketika membawakan lagu hit Chrisye berjudul ‘Anak Sekolah’. Band yang digawangi Puspalia Panggabean dkk ini juga meng-cover beberapa lagu hit lainnya, seperti ‘Manis dan Sayang’ milik Koes Plus, ‘Semua Bisa Bilang’ milik Charles Hutagalung, dan ‘Sakura’-nya Faris RM.

3. Seribu Patung Penari Gandrung di Taman Gandrung Terakota

Selain penampilan para guest star, penonton juga dapat menikmati pemandangan di sekitar venue Jazz Gunung Ijen, yakni Taman Gandrung Terakota yang menyimpan patung penari Gandrung. Tak main-main, patung penari tarian khas Banyuwangi ini jumlahnya mencapai 1000 yang tersebar di sawah sekitar Taman Gandrung Terakota dan area lainnya, membuat perpaduan antara keindahan alam dan budaya Banyuwangi. Selain itu Taman Gandrung Terakota juga merupakan salah satu destinasi wisata di Banyuwangi.

4. Founder Jazz Gunung Umumkan Jazz Gunung Burangrang, Bandung

Sigit Pramono, Founder Jazz Gunung Indonesia dalam sambutannya di Jazz Gunung Ijen semalam juga membuat beberapa pengumuman penting, salah satunya adalah pihaknya bakal menyelenggarakan Jazz Gunung Burangrang yang terletak di Bandung. Gunung Burangrang ini memiliki ketinggian sekitar 2.064 mdpl. “Di Indonesia kan ada banyak gunung ya. Kita pastikan Jazz Gunung bisa diselenggarakan di berbagai tempat di Indonesia, selain di Bromo dan Ijen,” beber Sigit dalam sambutannya.
Sigit Pramono juga menuturkan jika pihaknya berencana menggelar Jazz Gunung Burangrang pada Maret 2020 mendatang.

5. Ada ‘Didi Kempot’ di Penampilan Ring of Fire Project

Ring of Fire Project yang menjadi guest star penutup Jazz Gunung Ijen 2019 membawakan repertoar lagu-lagu Didi Kempot seperti Stasiun Balapan, Kangen, Sewu Kuto, dan Banyu Langit dengan menggaet Endah Laras dan Ricad Hutapea. Tak lupa juga, Djaduk Ferianto mengundang pemandu acara Jazz Gunung Ijen, Alit untuk turut serta menyanyikan bagian rap-nya, yang disambut riuh penonton, menutup pagelaran Jazz Gunung Ijen dengan mengesankan.

Pewarta: Elsa Yuni Kartika
Foto: Elsa Yuni Kartika
Penyunting: Fia