49 Siswa Dapat Hak Khusus dari Disdik Kota Malang. Kenapa?

Marak, Siswa Tersandung Prestasi Berjenjang

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang Dra Zubaidah MM berbaur dengan siswa pada grand final Green School Festival (GSF) di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM), 25 November lalu.

MALANG KOTA – Jalur prestasi rupanya bukan ”jalan tol” bagi sebagian siswa yang ingin masuk sekolah negeri favorit. Buktinya, dari 111 peserta yang lolos tahap verifikasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur prestasi, hanya 38 siswa yang lolos di jalur ini. Sedangkan sisanya, 24 siswa tidak lolos dan 49 siswa tidak lolos, namun mendapatkan hak khusus.

Berdasarkan pengumuman di dinas pendidikan (disdik) kemarin (22/6), pengumuman kelulusan ditempel dengan dua warna yang berbeda di kolom kelulusan. Untuk siswa yang lolos dan yang tidak lolos diberi warna putih, sedangkan untuk siswa tidak lolos tapi mendapatkan pertimbangan hak khusus diberi warna hijau.

Untuk kategori yang terakhir ini, nantinya 49 siswa tersebut akan mendapatkan rekomendasi untuk bisa ke sekolah negeri lain. Jadi, di sekolah tersebut juga ada sekolah yang diharapkan menerima siswa yang bersangkutan. Harapannya, dengan rekomendasi ini, bisa membantu sekolah dalam mewujudkan bibit-bibit prestasi di sekolah tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Disdik Kota Malang Siti Ratnawati menyatakan, hak khusus ini diberikan kepada 49 siswa agar bisa mendaftar PPDB SMPN reguler online yang dibuka pada Juli 2018.

”Mereka yang masuk tidak lulus (TL) warna hijau tidak sesuai kriteria, karena prestasinya tidak berjenjang,” ucap perempuan yang akrab disapa Ratna ini.



Prestasi berjenjang yang dimaksud Ratna adalah kejuaraan dengan tingkat eliminasi dari kota ke provinsi hingga tingkat nasional. Sedangkan untuk tahun ini, hanya siswa dengan prestasi minimal juara tiga tingkat provinsi saja yang bisa lolos jalur prestasi.

Sedangkan untuk surat rekomendasi, berisi SMPN yang sanggup mengakomodasi beberapa bakat dan minat siswa. Namun, beberapa sekolah yang direkomendasikan disdik, lokasinya terlalu jauh dari tempat tinggal siswa.

”Tetapi, ini kembali pada hak calon peserta didik dan walinya. Jika menolak rekomendasi, tidak usah digunakan,” imbuhnya.

Untuk mendapatkan surat rekomendasi ini atau jika wali murid butuh penjelasan lebih lanjut, disdik hanya menyediakan waktu sehari, yakni kemarin (22/6) saja.

”Tadi ada yang menolak memanfaatkan rekom, alasannya rumahnya jauh dari sekolah rekomendasi kami,” tukas wanita berkacamata ini.

Sementara itu, salah seorang wali murid, yakni Indah, memanfaatkan surat disdik karena mengutamakan bakat putranya, Ahmad Gada H. P., siswa SD Sawojajar 3.

”Anak saya ikut pertandingan Danone Soccer dan prestasinya bukan termasuk prestasi berjenjang,” ucap wanita yang bekerja sebagai pedagang pisang ini.

Tetapi oleh disdik, putranya direkomendasikan untuk masuk SMP 18. ”Ya jauh dari rumah saya di Sawojajar. Namun, demi mendukung bakatnya, saya coba daftar online ke sana,” tambahnya.

Sementara, jika mendaftar melalui jalur wilayah, putranya berkesempatan masuk ke SMPN 21 karena lokasinya masuk radius 500 meter dari tempat tinggalnya.

Pewarta: Sandra Desi
Penyunting: Irham Thoriq
Foto: Doli Siregar