470 Warga Berhak Kuasai Lahan Perhutani

KOTA BATU – Sejumlah 470 kepala keluarga (KK) di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, bisa bernapas lega. Tanah hutan seluas 14 hektare milik Perhutani yang mereka tempati sejak 1999 akan menjadi milik warga secara sah.

Hal itu setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mewadahi diadakannya tukar guling dengan tanah di Desa Bandungrejo, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.

Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso mengungkapkan proses tukar guling sudah dalam tahap penyelesaian. Di mana tinggal menunggu surat keputusan (SK) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan jika tanah tersebut sudah berpindah tangan. ”Sudah tahap pengukuran luas di tanah itu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Punjul menjelaskan dalam prosesnya langsung dipantau oleh Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah XI Jogjakarta.

Di mana, wilayahnya meliputi 6 provinsi yang di antaranya juga berasal dari Jawa Timur. ”Diharapkan, ketika sudah selesai segera dialihkan dan disertifikatkan atas nama warga yang menempati,” ucapnya.



Dia menjelaskan bahwa proses tukar guling tersebut sudah dilakukan sejak lama. Awalnya tanah tersebut merupakan lahan hutan milik Perhutani.

Kemudian Pemkot Batu mewadahi agar lahan tersebut bisa menjadi milik pemerintah daerah dan diberikan kepada warga agar seterusnya ditempati.

”Sudah sejak lama proses ini (tukar guling, Red). Sehingga kami minta mengadakan tukar guling karena sebelumnya sudah ditempati warga,” ucapnya. ”

Karena tukar guling atas nama pribadi tidak bisa. Akhirnya kami harus mengatasnamakan Pemkot Batu,” imbuh wakil wali kota kelahiran 21 Juli 1962 itu.

Untuk tukar guling ini, Pemkot Batu membeli tanah di Desa Bandungrejo, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Karena, saat diminta seperti itu harus ada ganti yang sepadan.

”Kita beli tanah di sana dan kita tukar guling. Mudah-mudahan prosesnya bisa cepat,” tuturnya.

Sebagaimana dalam Surat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: S.361/MENLHK/SETJEN/PLA.2/5/2019 Tanggal 31 Mei 2019 disebutkan tentang persetujuan prinsip tukar menukar kawasan hutan untuk pemukiman penduduk atas nama Pemkot Batu.

Sementara itu, Kepala Desa Tulungrejo Suliyono sangat senang dan berterima kasih dengan adanya tukar guling yang diwadahi Pemkot Batu. Menurut dia, hal tersebut bisa membantu warga tidak mampu yang sejak 1999 sudah menempati lahan itu.

”Kami sangat berterima kasih. Pemerintah mau menjembatani tukar guling ini hingga selesai,” ungkapnya saat dihubungi.

Karena, jika misalnya tanah itu dikembalikan ke Perhutani dan tanpa adanya tukar guling, warga yang tinggal di sana tidak memiliki tempat tinggal jika harus pindah.

”Tentu sangat bersyukur. Apalagi saat ini tinggal menunggu penetapan SK yang menyatakan nantinya tanah itu milik warga secara sah,” ungkapnya.

Dalam paparannya, Suliyono menyampaikan ada sekitar 470 kepala keluarga yang menempati tanah tersebut. Dan warga yang menempati tanah di Dusun Junggo itu dikategorikan warga tidak mampu.

”Intinya untuk proses kepemilikan tanah ini untuk warga di Desa Tulungrejo jadi lebih ringan,” pungkasnya.

Di sisi lain, Divisi SP Hukum & Agraria Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang Yoyok Arisanto menyebutkan, tukar guling di Dusun Junggo sudah proses proyeksi tata batas.

Hal tersebut juga sudah atas izin dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). ”Suratnya sudah keluar. Tapi masih untuk rencana pengukuran. Kalau surat penetapan masih belum,” terangnya saat ditemui di Hotel City Garden kemarin (2/7).

Kan ini tinggal proyeksi tata batas untuk di lapangan. Setelah itu nantinya masih ada pertemuan lagi di lapangan membahas terkait itu (tukar guling, Red). Mungkin akhir bulan Juli kami bahas,” sambungnya.

Dalam prosesnya, tukar guling di Kota Batu itu terbilang cepat. Karena lahan yang ditukar sesuai permohonan. Selain itu juga sudah melalui pertimbangan ekologi, konservasi, dan sebagainya.

”Ya kan sesuai permohonan. Kalau yang diminta lahan hutan ya pada lahan hutan produksi. Kalau hutan induk tidak bisa,” jelasnya.

Dia juga mengungkapkan, di Kota Batu ada dua lahan yang akan ditukargulingkan oleh Pemkot Batu. Di antaranya ialah di Dusun Junggo yang memiliki luas kurang lebih 14 hektare.

Kemudian di Dusun Sumbergondo yang memiliki luas kurang lebih 54 hektare. ”Semua prosesnya masih pengukuran. Nanti akan ada rapat lagi terkait pelepasannya,” tandasnya.

Pewarta : M.Badar Risqullah
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Abdul Muntholib