40 Jasa Transportasi Ilegal Siap Antar Wisatawan ke Pulau Sempu

MALANG – Meski berstatus cagar alam, aktivitas wisata di kawasan Pulau Sempu nyatanya masih terus berlanjut. Bahkan, prakteknya masih terdapat puluhan perahu ‘nelayan’ yang siap mengantarkan wisatawan menuju pulau konservasi sekuas 877 hektar tersebut.

“Hingga saat ini lebih kurang 40 penambang perahu yang meggantungkan hidupnya untuk mengantar para pengunjung ilegal,” ujar Kepala Seksi Konservasi Wilayah VI Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, Mamat Ruhimat pada radarmalang.id.

Ia menjelaskan, bahwa para nelayan tersebut memang melakukan praktik itu ditengarai karena mereka menggantungkan hidup dari mengantar wisatawan yang ingin berkunjung ke Pulau Sempu. Jadi, faktor ekonomi di daerah tersebut juga merupakan salah satu hal yang dikaji omeh pihaknya.

Mamat juga menuturkan, bahwa para ‘penambang perahu’ di kawasan itu mematok tarif di kisaran Rp 150 ribu untuk mengantarkan wisatawan ke Pulau Sempu.

“Rata-rata mereka mematok tarif sekian untuk satu perahu. Jadi mau dua orang, tiga orang, lima orang, tarifnya sama,” bebernya.



Padahal, pihak BBKSDA Jawa Timur sebagai pihak yang bertugas melindungi kawasan cagar alam yang terletak di Desa Tambakrejo, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang itu. Langkah-langkah pun terus dilakukan oleh pihaknya.

“Kami telah sering melakukan pembinaan. Serta memasang papan larangan di pinggir-pinggir pantai. Namun papan tersebut banyak yang dilepas atau bahkan digergaji,” bebernya.

Sebenarnya, pihaknya juga telah melakukan patroli rutin. Namun sayang karena sedikitnya jumlah anggota, sehingga tidak bisa mengawasi pulau itu selama 24 jam penuh.

“Kita untuk langkah jangka panjang juga menggandeng instansi terkait, masyarakat, dan juga aktivis atau lembaga yang berhubungan dengan lingkungan hidup, atau pecinta alam,” tegasnya.

Pewarta: Gigih Mazda
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Doli Siregar