40 ASN Eselon IV Naik Level

KOTA BATU – Pemkot Batu masih harus menggenjot kemampuan aparatur sipil negara (ASN) di bidang leadership. Terutama untuk pegawai eselon IV (tingkat kepala seksi) yang belum mencecap pendidikan dan pelatihan kepemimpinan (diklatpim) yang jumlahnya masih cukup banyak. Pegawai yang telah menjalani diklatpim juga dituntut bisa menaikkan level pelayanannya sebagai abdi negara.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menyatakan, jumlah ASN eselon IV yang belum mengikuti diklatpim terus didorong untuk mengikuti pendidikan. ”Agar cita-cita bersama, yakni bisa memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, bisa dilakukan,” terangnya usai mengikuti upacara penutupan diklatpim di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, yang diikuti 40 ASN Pemkot Batu. Dia berharap, para ASN yang telah menuntaskan pendidikan selama empat bulan itu lebih bersemangat lagi dalam bekerja dengan ilmu baru yang didapatkan.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batu Wiwik Sukesi menyatakan, jumlah ASN eselon IV di Pemkot Batu sebanyak 250 orang lebih. Hingga awal 2018 lalu, sebanyak 72 di antaranya belum pernah mengikuti diklatpim. ”Dengan adanya 40 orang yang lulus diklatpim, berarti masih ada 32 ASN yang belum (ikut diklatpim, Red),” bebernya.

Sejumlah 40 peserta tersebut telah menjalani pendidikan kurang lebih empat bulan sejak 23 April lalu. Mereka digembleng dengan berbagai pengetahuan baru dan kepemimpinan. Semua peserta dinyatakan lulus. Sebanyak 10 orang dinyatakan mendapatkan nilai sangat memuaskan dan 30 orang mendapatkan nilai memuaskan. ”Nilai ini objektif, tidak ada intervensi. Sebab, jalannya diklat langsung dilakukan oleh Badan Diklat Provinsi Jawa Timur,” bebernya.

Setelah mengikuti diklatpim, para peserta diharapkan bisa membawa perubahan. ”Di subbagian (subbag) masing-masing harus bisa menjalankan tugasnya dengan lebih baik lagi,” ungkapnya. Mereka yang sudah lulus ini bakal mendapatkan kesempatan yang terbuka untuk kenaikan pangkat ke depannya. ”Jelas yang lulus ini akan mendapatkan pertimbangan berbeda, karena sudah ikut diklatpim,” kata dia.

 

 

 

Pewarta: Aris Dwi
Prnyunting: Ahmad Yani
Foto: Bayu Eka Novanta