384 Prajurit Marinir ”Selamatkan Sandera” di Pantai Nganteb

KABUPATEN Suasana Pantai Nganteb, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, ini mendadak ramai Senin malam (29/10). Deburan ombak berganti dengan rentetan tembakan senjata dari 384 prajurit tamtama remaja marinir. Suara senapan memecah keheningan malam di Pantai Selatan itu. Atraksi menjadi suguhan pembuka acara pembaretan prajurit Korps Marinir angkatan 37 gelombang 2 itu.

Mulai dari memecahkan batako dan besi menggunakan tangan kosong hingga aksi penyelamatan sandera. Ditambah lagi dengan atraksi kemampuan memanah yang ditunjukkan prajurit.

Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono SH MH MTr (Han) menyatakan, atraksi menjadi bukti bahwa prajurit remaja sudah menguasai semua materi. Apalagi mereka baru saja mendapatkan pelatihan terakhir sebelum resmi menjadi bagian dari keluarga besar marinir.

”Setelah pembaretan, statusnya sudah resmi menjadi bagian dari marinir. Mereka sudah memiliki bekal, baik teori maupun praktik,” kata jenderal bintang dua itu.

Bambang mengingatkan agar prajurit terus mengasah kemampuan dan ilmu pengetahuannya. Jangan terlena setelah resmi menjadi anggota marinir. Sebab, kemampuan itu akan terus dibutuhkan.  ”Kemampuan harus terus diasah. Ini bukan akhir, tapi awal untuk tujuan selanjutnya,” terangnya.



Selain itu, prajurit juga harus bisa menjaga hubungan baik antara TNI, Polri, dan masyarakat. Harus saling mendukung untuk menjaga keharmonisan bangsa. ”Semua harus saling menjaga kondusivitas. Sinergi itu penting. Apalagi setelah ini akan disebar ke seluruh Indonesia,” tandasnya.

Pewarta: Hafis Iqbal
Copy Editor: Dwi Lindawati
Penyunting: Mahmudan
Foto: Rubianto