36 Trayek Perairan di Sumsel, Dishub: Banyak Mati Suri

JawaPos.com – Tranportasi air di Sumsel justru semakin tergerus. Salah satu pemicu adalah banyaknya pembangunan infrastuktur yang terjadi di Sumsel seperti jalan.

Kabid Pelayaran Dishub Sumsel, Sadirman mengatakan awalnya trayek lalulintas perairan di Sumsel terdapat 36 yang berpusat di Kota Palembang.

Diantaranya, Palembang – Karang Agung, Palembang – Muara Sugihan dan lain sebagainya.

Namun, seiring berjalannya waktu trayek tersebut mengalami mati suri. Seperti contoh, Palembang – Sekayu yang dahulunya hanya bisa dilintasi menggunakan jalur sungai. Kini, setelah dibangun jalan masyarakat pun beralih ke darat.

“Jadi ada yang sudah mati suri trayek nya karena lebih memilih jalur darat,” katanya saat dihubungi, Minggu (24/3).

Meskipun begitu, terkadang ada juga masyarakat yang lebih memilih menggunakan jalur sungai. Ia mengaku, kapal yang dibawa naungan provinsi yakni mulai dari 7 Growston (GT) hingga 300 GT. Sedangkan dibawah 7 GT merupakan kewenangan dari Kabupaten/Kota di Sumsel.

Berdasarkan data di Dishub Sumsel, kapal dengan ukuran 7 GT hingga 300 GT hanya berkisar kurang dari 10 kapal. Sedangkan, untuk kapal penumpang merupakan kewenangan kabupaten/kota.

“Tapi, untuk keselamatan itu tanggung jawab bersama semua pihak,” terangnya.

Ia juga mengaku jika kecelakaan yang terjadi di sungai kebanyakan di lokasi Banyuasin. Kecelakaan ini pun disebabkan berbagai hal.

Seperti contoh, kecelakaan yang terjadi pada speedboat awet muda, Senin lalu (18/3). Hal ini disebabkan oleh human error akibat serangnya mengantuk.

“Kedepan kami akan sosialisasikan terus keselamatan dalam berkendaraan kapal di Sungai agar kecelakaan tidak berulang kembali,” tutupnya.

Editor           : Yusuf Asyari

Reporter      : Alwi Alim