350 Siswa SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Terserap Kerja

KEPANJEN – SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen berhasil menutup tahun ajaran 2017/2018 dengan sempurna. Selain mampu mengantarkan 551 siswa-siswinya lulus 100 persen, sekolah yang berlokasi di Jalan KH Ahmad Dahlan No 34 Kepanjen itu juga sukses mengantarkan alumnusnya ke dunia kerja.

”Ada 350-an siswa yang sudah terserap kerja,” terang Kepala SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Drs Maryanto MM.

Beberapa di antara siswa-siswi tersebut dipastikan absen dalam kegiatan wisuda yang rencananya digeber hari ini (5/5).

”Sekitar 100-an siswa sudah mulai masuk bekerja, jadi kemungkinan absen di wisuda,” sambung Maryanto. Kondisi itu sama sekali tak dia sesalkan. Karena baginya, mampu mengantarkan pelajar ke dunia kerja adalah suatu capaian tersendiri.

Perusahaan-perusahaan tempat bekerjanya para siswa itu banyak tersebar di wilayah Jawa dan Kalimantan. Mayoritas berskala nasional. Maryanto pun mengakui jika mendapat kepercayaan dari industri bukanlah hal mudah. Karena standar lulusan telah ditetapkan sebelumnya.

”Di sini proses pembelajaran memiliki peran penting. Sebab, di sini tempatnya para siswa mengasah kemampuan, kemudian diterapkan di tempat kerja,” tambah dia.

Keikutsertaan di berbagai ajang lomba menjadi salah satu cara SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen untuk mengasah kemampuan siswanya. Catatan apik pun disematkan mereka untuk lomba kompetensi siswa (LKS) tingkat nasional. Sudah delapan tahun terakhir, SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen tak pernah absen mengirimkan delegasinya.

Konsistensi itu pun tak lepas dari dukungan sarana dan prasarana pihak sekolah. ”Dukungan sarana dan prasarana memang bisa menunjang, tapi yang lebih penting lagi adalah mentalitas siswa. Alhamdulilah, tahun ini kami berhasil mengirimkan wakil untuk LKS nasional di Mataram,” sambung pria yang juga menjadi guru bahasa Indonesia tersebut.

Di sisi lain, untuk memenuhi kebutuhan industri saat ini, SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen juga sudah melakukan gebrakan baru. Salah satunya dilakukan dengan membuka jurusan alat berat. Menjalin kerja sama dengan United Tractors (UT), peminat jurusan tersebut mulai berdatangan.

”Untuk (jurusan) alat berat memang baru dibuka, tapi soal kualitas kami sudah siap. Karena sejak awal sudah melibatkan UT sehingga siswa yang masuk nanti kualitasnya bisa terjamin,” tutup Maryanto.

Pewarta: Hafis Iqbal
Penyunting: Bayu Mulya
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: SMK Muhammadiyah 1