35 Caleg Terpilih Bisa Gagal Dilantik

MALANG KOTA – Para calon anggota legislatif (caleg) terpilih harus lebih serius melaporkan harta kekayaannya. Batas akhir sampai minggu terakhir Juni. Sebab, jika hartanya tidak segera dilaporkan melalui laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), caleg tersebut tidak bisa dilantik Agustus mendatang.

Berdasarkan data yang diterima Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang, dari 45 calog terpilih, baru 10 yang sudah menyetorkan LHKPN. Sisanya 35 caleg terpilih belum melaporkan.

”Masih sekitar sepuluhan (caleg) yang sudah mengumpulkan (LHKPN) ke kami,” kata Divisi Umum Keuangan dan Logistik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang Aminah Asminingtyas di kantornya kemarin.

Seperti diketahui, KPU Kota Malang sudah mewanti-wanti sejak sebelum pemilihan 17 April lalu agar caleg mengurus LHKPN. Karena selain menjadi syarat wajib untuk bisa dilantik, pengurusan ini diprediksi bakal membutuhkan waktu relatif lama jika dilakukan usai pengumuman pemilu. Karena ada puluhan ribu caleg yang mengurus tersebut secara nasional. Praktis, hal ini bisa membuat sistem pengurusan LHKPN tersebut lemot.

Aminah menambahkan, tanpa LHKPN tersebut caleg tidak akan bisa dilantik meski sudah dinyatakan lolos ke parlemen. Sehingga, hal ini harus dipahami oleh caleg terpilih dan parpol yang kadernya lolos ke parlemen. ”Risikonya nggak bisa dilantik kalau nggak ada (LHKPN),” imbuhnya.

Tak hanya itu, masih kata dia, batas akhir penyerahan tersebut akhir Juni mendatang. Sehingga, sisa waktu yang ada diharapkan bisa dimaksimalkan oleh caleg terpilih. ”Kalau ada kendala, silakan dikonsultasikan ke kami,” terang dia.

Sementara itu, Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) Ashari Husen menyatakan, pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi ke caleg terpilih dan parpol peserta pemilu. Sehingga, pihaknya mengimbau agar para caleg segera mengumpulkan.

”Lebih baik dilakukan sejak awal, daripada diundur-undur,” terang mantan ketua Panwaslu Kota Malang ini.

Pewarta : Imam Nasrodin
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Abdul Muntholib