334 KK di Rowokangkung Terendam

334 KK di Rowokangkung Terendam

Tahun lalu, di daerah yang sama juga terjadi banjir lantaran luapan sungai Avour 12. Hanya saja, pada tahun itu banjir lebih luas. Bukan tidak mungkin banjir makin meluas jika hujan deras kembali mengguyur Lumajang.

Banjir itu mulai terjadi dini hari kemarin, sekitar pukul 03.00. Air mulai memasuki rumah warga. Sebelumnya, warga memang sudah mempersiapkan diri untuk mengevakuasi barang berharga mereka sebelum banjir datang.

(Qomaruddin hamdi / Rame)

Masrukin, warga sekitar mengatakan, jika terjadi hujan lebat dalam kurun waktu cukup lama, sudah bisa dipastikan rumahnya akan terendam banjir. “Semalam, sebelum air masuk perkampungan, barang-barang sudah kami selamatkan,” katanya.

Hal itu karena lokasi yang menjadi tempat tinggalnya sering kali mengalami banjir. Sehingga, warga sekitar tetap melakukan aktivitas seperti biasa saat banjir datang. “Ya tetap kerja, mungkin yang sulit saat banjir, air bersih itu. Sumur kan ikut terendam,” tambahnya.

Sementara itu, Wawan Hadi S, Kabid Kedaruratan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Lumajang membenarkan hal itu. Menurutnya, hal itu karena aliran sungai Avour 12 sudah cukup lama tidak dilakukan pengerukan.

Akhirnya, dasar sungai menjadi dangkal dan mengakibatkan aliran sungai meluap ke permukiman warga. “Karena aliran sungai avour 12 meluap akibat hujan semalam, sehingga menggenangi rumah warga,” katanya.

Dia menambahkan, banjir yang menggenangi sedikitnya 334 KK memiliki ketinggian air berkisar 40 cm sampai 80 cm. Sampai siang kemarin ketinggian air tak juga berkurang, masih di angka 80 cm.

Maka dari itu, pihaknya menghimbau agar masyarakat tetap berhati-hati dan terus meningkatkan kewaspadaan, mengingat hujan lebat masih mungkin terjadi. “Masih mungkin membesar kalau hujan lagi,” tutupnya. 

(jr/mar/ras/das/JPR)