327 Warga Berebut Posisi Panwascam

KEPANJEN – Persiapan menyambut Pilkada Kabupaten Malang tahun 2020 mulai ditunjukkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Seleksi untuk posisi panitia pengawas kecamatan (panwascam) mulai digelar mereka. Kemarin (13/12) tahapannya sudah tiba pada tes tulis. Digelar dengan sistem online, tes pun digelar di Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) Universitas Brawijaya.

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang George Da Silva menyebut bila tes tulis itu diikuti sekitar 327 peserta. Dari jumlah peserta itu, rencananya bakal diambil 3 panwascam di tiap kecamatan.

Bila ditotal, hanya ada slot 99 untuk posisi panwascam. ”Ini kali pertama kami tes secara online, kalau tahun sebelumnya hanya pakai tes tulis di kantor kami di Kepanjen,” terangnya. Sistem computer assisted test (CAT) yang berisi seratus soal per orang menurutnya lebih bisa menghemat waktu tes.

”Satu orang diacak soalnya, peserta juga bisa mengetahui hasil tes tulisnya hari itu juga, jadi menghemat waktu dengan satu hari penyelenggaraan,” tambahnya. Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Panwascam Bawaslu Kabupaten Malang Umar Khayyan menyebut bila materi tes dikendalikan Bawaslu pusat. ”Komando ada di Bawaslu Pusat di Jakarta, walaupun dikoordinasi provinsi, tapi tetap on-off-nya ada di sana,” terang dia.

Dia berharap ujian berbasis komputer tersebut dapat mengangkat akuntabilitas Bawaslu dalam memilih panwascam. ”Bukannya yang dulu tidak baik, tapi kalau sekarang hasil tes sudah langsung keluar,” tambah Umar.

Hasil tes tulis tersebut rencananya akan digabungkan dengan hasil tes wawancara yang akan diselenggarakan per kecamatan pada 14–20 Desember. ”Hasil tes tulis memang diambil yang paling bagus, tapi mereka tetap punya hak untuk ikut tes wawancara, jadi semua diakumulasikan,” tutupnya.

Pewarta : Biyan Mudzaky
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Bayu Mulya