JUMLAH pengangguran dari kalangan sarjana memang mencapai puluhan ribu orang. Tapi, tidak semua perguruan tinggi (PT) gagal mengantarkan lulusannya mendapatkan pekerjaan. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkucecwara (biasa disebut kampus ABM) ini misalnya, berhasil mencetak lulusan siap kerja.

Kepala Bagian Kemahasiswaan STIE Malangkucecwara Dr Hanif Mauluddin menyatakan, setiap tahunnya, lebih dari 30 persen mahasiswa diterima bekerja sebelum diwisuda. Hal itu karena pihaknya mempunyai placement job center atau studi ketenagakerjaan bagi mahasiswa. ”Ada puluhan instansi yang kami ajak kerja sama untuk mengadakan tes bagi calon wisudawan,” tuturnya kemarin.

Rata-rata instansi yang digandeng bergerak di bidang industrial, pariwisata, dan jasa. ”Untuk Kota Malang, lulusan kami terserap di tiga sektor,” ujar Hanif.

Ketiga sektor tersebut adalah pariwisata, pendidikan, dan industri. Paling banyak terjadi penyerapan tenaga kerja di bidang pariwisata.

Selama ini, Hanif melanjutkan, rata-rata perusahaan pariwisata membutuhkan staff accounting. Pekerja di bidang jasa keuangan seolah-olah tidak ada matinya. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan suatu saat meredup. ”Makanya kami memiliki inovasi  untuk penyerapan tenaga kerja,” singkatnya.

Dia menyatakan, inovasi pembelajaran ini dikemas dalam Student Center Learning (SCL) atau pusat pembelajaran mahasiswa. Di SCL, dosen tidak boleh hanya mengajar. Tapi, mereka harus seperti pelatih sepak bola. ”Dosen perlu menganalisis, mengatur strategi di dalam dunia kerja,” tambah pria yang dikenal ramah oleh mahasiswanya ini.

Setelah mahasiswa memahami teori, mereka disuruh studi lapangan dan praktik di beberapa perusahaan. Ini berbeda dengan magang. Karena industrial case ini dilakukan sejak awal semester hingga akhir semester. ”Tujuan kami untuk menjaga penyerapan tenaga kerja, maka diperlukan inovasi untuk menjaga kualitas masing-masing alumni,” katanya.

Pewarta: Sandra Desi
Copy Editor: Dwi Lindawati
Penyunting: Mahmudan
Foto: STIE Malangkucecwara