3 Perangkat Desa Dihentikan, Warga Ngenep Geruduk Kantor Desa

JawaPos.com – Puluhan warga Desa Ngenep, Karangploso, Kabupaten Malang menggeruduk Kantor Desa Ngenep, Kamis (28/2). Mereka menuntut Kepala Desa Ngenep agar mundur dari jabatannya karena memberhentikan tiga perangkat desa. 

Dengan mengendarai dua unit truk, massa mendatangi Kantor Desa. Mereka menuntut agar Kepala Desa Ngenep Niti Ahmad mundur dari jabatannya. Tuntutan itu lantaran warga merasa kecewa dengan kepemimpinan Niti Ahmad yang dianggap semena-mena karena telah memecat tiga perangkat desa secara sepihak. 

Salah seorang warga, Erik Ridhoi mengatakan, warga menilai sosok Niti Ahmad merupakan kepala desa yang selalu membohongi masyarakat yang ada di Desa Ngenep. “Kepala Desa tukang fitnah, tukang bohong, saya yang menjadikan dia Kepala Desa. Dia dua kali tidak bisa jadi kepala desa, tim saya yang jadikan (Kepala Desa),” ungkapnya. 

Merasa dikeroyok oleh warganya, Kepala Desa Ngenep Niti Ahmad menjelaskan bahwa pemecatan tiga perangkat desa tersebut sudah sesuai prosedur. Dia mengungkapkan, tiga perangkat desa tersebut dinilai lalai dalam menjalankan tugasnya. “Mereka sering tidak masuk kerja tanpa pemberitahuan,” kata dia 

Selain itu, tiga perangkat desa tersebut diduga telah menggelapkan uang untuk proses pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) sebesar Rp 150 juta. Meskipun, uang tersebut telah dikembalikan.  

“Yang penting dia menerima, dengan dalih apapun saat itu kan sebetulnya kalau ditagih panitia seharusnya dikembalikan. Masak mau kembalikan uang masyarakat itu mau beli patok mau beli materai, uangnya masih dibawa perangkat, kan malu saya,” kata dia. 

Oleh karena itu, pihaknya bersikap tegas dengan melakukan pemberhentian. “Akhirnya kita bersikap tegas, kita koordinasikan dengan lembaga, keputusannya akhirnya ya diberhentikan itu. Saya sendiri kan punya lembaga, walaupun saya punya wewenang,” terangnya. 

Rencananya, tuntutan ini masih akan dibawa hingga ke proses hukum.

Editor           : Sari Hardiyanto

Reporter      : Fiska Tanjung