JawaPos.com – Tiga kasus pemerkosaan yang terjadi di wilayah hukum Polres Asahan terungkap. Dari tiga kasus yang terjadi pada bulan Februari dan Maret 2019 tersebut, petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Asahan mengamankan lima orang pelaku beserta sejumlah barang bukti.

Kasus pertama terjadi pada tanggal 28 Februari 2019 lalu, di kawasan Jalan Nuri Baru, Kelurahan Gambir Baru, Kecamatan Kisaran Timur. Korbannya berinisial L br S, 54. L dipaksa untuk bersetubuh oleh seorang pria dan diancam akan dibunuh apabila menolak.

Polisi yang menerima laporan korban, langsung melakukan penyelidikan dan meringkus tersangka Samuel Giawa, 45, di kawasan Jalan Kasuari, Kecamatan Kisaran Timur.

Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu didampingi oleh Kasat Reskrim AKP Ricky Pripurna Atmaja saat rilis kasus perkosaan di Mapolres Asahan. (Istimewa)

Kasus kedua, terjadi pada tanggal 11 Maret 2019 lalu. Dimana seorang wanita yang masih berusia 15 tahun menjadi korban perkosaan oleh empat orang pria. Peristiwa itu terjadi di kawasan Dusun IV, Desa Pasar Lembu, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan.

Saat itu, korban yang berinisial Y-N, 15, bersama dua orang temannya sedang nongkrong di lokasi. Mereka di datangi oleh empat orang laki-laki. Korban Y-N langsung ditarik oleh salah seorang pelaku berinisial R (DPO). Sementara dua orang temannya diusir dengan ancaman. “Pergi kalian ini daerah kekuasaan ku” begitu ucapan pelaku kepada dua rekan korban.

Korban Y-N yang tidak berdaya lalu disetubuhi secara bergantian oleh keempat pelaku. Usai melampiaskan nafsu bejatnya, para pelaku mengambil ponsel dan cincin emas milik korban. Kemudian mengantar korban ke rumah temannya.

Korban kemudian menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada orangtuanya. Pihak keluarga pun langsung membuat laporan kepada pihak Kepolisian setelah mendengar cerita Y-N.

Polisi yang bergerak cepat melakukan penyelidikan. Tiga pelaku pun diringkus, mereka adalah, R-T alias A; ES alias P alias K alias O; dan tersangka A. Sedangkan tersangka R kini masih dalam pencarian petugas (DPO).

Sementara itu, kasus ketiga terjadi 16 Maret 2019 lalu, di Jalan Arwana, Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kisaran Timur. Seorang Kakek berinisial J-M, 70, tega mencabuli bocah berusia lima tahun di rumah korban.

Perbuatan tidak terpuji itu, dilakukan tersangka sambil mengiming-imingi korban. Iming-iming pelaku yakni korban akan dibelikan boneka. Pelaku pun meminta kepada korban agar tidak menceritakan peristiwa tersebut kepada orang lain.

Tetapi, warga setempat merasa ada yang tidak beres di rumah korban dan melakukan penggerebekan. Saat itu, ditemukan pelaku bersama korban dalam keadaan tidak berbusana. Warga lalu membawa pelaku ke Polres Asahan untuk di proses secara hukum.

Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu, dalam rilis kasus pemerkosaan di Mapolres Asahan, Rabu (20/3) mengatakan, kelima tersangka merupakan pelaku pemerkosaan dan perampokan.

“Jadi untuk kasus yang kedua, selain melakukan pemerkosaan, keempat pelaku juga melakukan perampokan barang berharga milik korban. TIga orang sudah kita amankan, sementara satu orang lagi masih dalam pencarian,” ujar AKBP Faisal didampingi oleh Kasat Reskrim AKP Ricky Pripurna Atmaja.

Para pelaku, lanjutnya, akan dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) jo Pasal 76D Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 365 ayat (1) subsider Pasal 363 ayat (1) ke 4e Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun.

Dalam kesempatan yang sama, AKBP Faisal juga mengimbau para orangtua agar lebih memperhatikan dan benar-benar menjaga anak-anak nya. Supaya terhindar dari para pelaku tindak pidana dan juga dari bahaya narkoba.

Editor           : Budi Warsito