28 Calon peserta pilkada menjalani pemeriksaan di RSSA Malang.

28 Calon peserta pilkada menjalani pemeriksaan di RSSA Malang.

Jumat (12/1) ini, mereka menjalani pemeriksaan medis. Mulai dari general check up, pemeriksaan THT hingga radiologi. Salah satu Bacawali Malang Moch Anton mengaku dirinya baru menjalani pemeriksaan daya ingat dan tekanan darah. “Kaki di ketuk-ketuk gitu. Setelah ini masih USG,” ujar Anton ketika keluar dari ruang general check up RSSA Kota Malang.

Total 28 calon peserta pilkada yang menjalani pemeriksaan di RSSA Malang. Tidak hanya calon peserta Pemilihan Wali (Pilwali) Kota Malang 2018 saja. Ada pula pasangan calon peserta Pilkada Serentak dari Kabupaten Lumajang, Bondowoso, Pasuruan dan Probolinggo.

Dari Kabupaten Lumajang ada tiga pasangan bakal calon bupati-bakal calon wakil bupati (bacabup-bacawabup). Adalah Thoriqul Haq-Indah Amperawati, As’at Malik-Thoriq, dan Rofik-Nurul Huda. Lalu dua Bacabup-Bacawabup Bondowoso. Masing-masing Ahmad Dhafir-Hidayat dan Salwa Arifin dan Irwan Bachtiar Rachmat.

Satu Bacabup-Bacawabup Pasuruan Irsyad Yusuf-Mujib Ridwan. Selanjutnya lima Bacabup-Bacawabup Probolinggo. Adalah Fernanda-Zulfikar H, Habib Hadi-Subri, Samsu Alam-Kulup, Wito-Ferry, dan Sukirman-Abd Aziz.

Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang M Sailendra menjelaskan, semua pasangan caon yang sudah mendaftarkan wajib menjalani pemeriksaan kesehatan. “Seluruh pemeriksaan ini untuk menjamin kecakapan calon dari tiga aspek. Yakni fisik, psikologis, serta bebas dari narkoba. Untuk itu, dibutuhkan bukti medis yang menjadi dasar kelayakan,” ujar Sailendra.

Bila dinyatakan lulus, pasangan calon bisa melanjutkan ke tahap berikutnya. Sebaliknya, calon yang gagal tes kesehatan secara otomatis tidak bisa maju di pilkada. “Undang-undang dan peraturan KPU menyebutkan apabila salah seorang tidak memenuhi syarat kesehatan diberikan peluang untuk bisa diganti,” terang Sailendra.

KPU telah mensosialisasikan hal tersebut. Parta-partai pengusung dipersilakan untuk menyiapkan pengganti jika calon yang sudah terdaftar tidak lulus tes kesehatan. “Bila lulus, baru KPU bisa melanjutkan proses verifikasi dan ditetapkan sebagai calon pada 12 Februari mendatang,” ucap Sailendra.


(fis/JPC)