2020, UIN Malang Targetkan Tambah 23 Guru Besar

KOTA MALANG – Salah satu tolok ukur kualitas pendidikan jenjang tinggi adalah besar banyaknya jumlah guru besar. Untuk itu, Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki Malang di tahun 2020 menargetkan 23 dosen menyandang status profesor.

Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris, M.Ag menegaskan saat ini UIN Malang masih memiliki 13 guru besar dari total 733 dosen. Jumlah dosen itu meliputi dosen tetap maupun penyandang status Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Padahal, Universitas dikatakan berkualitas tinggi jika jumlah profesor-nya sebanyak 20 persen dari total tenaga didik. Jika mencapai target itu maka dapat dikatakan UIN Malang sudah selayaknya disebut world class university.

“Nah sekarang kalau diambil 20 persen maka UIN Malang harusnya 115 guru besar. Sedangkan saat ini masih 13. Jadi masih harus ada tambahan 99 dosen profesor lagi,” beber Haris saat memberi pidato pengukuhan guru besar ke 13 UIN Malang, Prof Zainuddin, Rabu (8/1).

Ia mengungkapkan saat ini ada 5 dosen yang sudah siap menjadi profesor dan database-nya tercatat di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Sedangkan ada 5 dosen lagi yang tengah sibuk mengajukan dan berproses pada penelitian gelar profesor.

“Nah kalau 10 orang ini berhasil. Maka tahun 2020 insya Allah UIN Malang punya 23 profesor. Ini harus terus diupayakan. Saya lihat 37 persen dosen sekarang sudah mulai ngoyo,” imbuhnya.

Meski mematok target tersebut, Haris menegaskan idealnya jumlah 23 profesor itu masih jauh dari target. Ke depan ia berharap setiap prodi di UIN Malang minimal memiliki 2 guru besar. Sehingga total idealnya harusnya minimal UIN Malang punya 84 guru besar.

“Ini harus dikejar teruama untuk dekan ya. Karena guru besar ini bukan soal individual tapi juga menyangkut prestasi bersama, dalam hal ini meningkatkan prestige UIN Malang,” tandasnya.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Laoh Mahfud
Penyunting: Fia