2019, BI Bakal Genjot Sektor Pariwisata dan Pertanian

PROBOLINGGO – Bank Indonesia akan mendorong perkembangan ekonomi Jawa Timur dari sektor pariwisata dan pertanian. Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur Difi A. Johansyah.

“Dengan adanya tol secara logika akan memperlancar konektifitas antar daerah di pulau Jawa, nah ini peluang untuk menggenjot sektor pariwisata di Jawa Timur,” terang Difi dihadapan para jurnalis di Pelatihan Jurnalis Ekonomi, hari ini (30/1) di Hotel Lava View Bromo, Probolinggo.

Menurutnya, tol memberikan dampak positif untuk perekonomian. selain pariwisata, BI juga akan meningkatkan potensi pertanian di Jawa Timur, seperti kopi, telor, dan sapi. “lagi-lagi, tol ini akan berfungsi untuk mempermudah arus barang dari Jawa Timur,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Azka Subhan menerangkan pihaknya akan meningkatkan potensi ekonomi di Malang melalui sektor kopi, padi, dan bawang putih. Menurutnya import bawang putih Indonesia saat ini masih tinggi, oleh karena itu pihaknya ingin mengurangi import tersebut dengan menumbuhkan penanaman bawang di Malang, seperti di daerah Bumiaji, Kota Batu.


Azka menambahkan, cluster padi organik meskipun belum mencapai layak eksport tapi potensi padi organik tersebut besar di Malang. “59 hektar lahan di Malang saat ini sudah ditanami padi organik, 15 hektarnya di Malang selatan sudah full organik,” imbuhnya.

Acara pelatihan tersebut dihadiri oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi Jatim Difi A. Johansyah, Kepala perwakilan BI Malang azka subhan, Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan BI Provinsi Jatim Dery Rossianto, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jatim Harmanta, Kepala divisi Advisory Ekonomi dan Keuangan Kantor Perwakilan BI Provinsi Jatim Taufik Saleh, dan Kepala Perwakilan BI Kediri Djoko Raharto itu diterangkan secara gamblang program kerja Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur untuk meningkatan ekonomi.

Penyunting : Fia