MALANG KOTA – Di bawah kepemimpinan Wali Kota Malang H Moch. Anton, Kota Malang sukses mempertahankan tradisi prestasi, baik di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional. Sepanjang tahun ini hingga bulan November, tercatat Pemkot Malang telah memperoleh 28 prestasi. Itu artinya, jika dirata-rata, per bulan Kota Malang selalu mendapat dua prestasi.

Ada sejumlah prestasi tingkat nasional yang menjadikan nama Kota Malang makin harum. Di antaranya, Akuntabilitas Kinerja Tahun 2016 dengan Predikat Nilai BB (Sangat Baik) dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, hingga Upakarya Wanua Nugraha dari Menteri Dalam Negeri RI.

”Ini membuktikan pembangunan di Kota Malang sudah satu derap tujuan, baik antara pemerintahnya maupun warganya. Untuk Upakarya Wanua Nugraha ini sebagai apresiasi atas prestasi Kota Malang dalam melakukan pembinaan kepada Kelurahan,” ucap Wali Kota Malang H Moch. Anton.

Penghargaan yang diterima Pemkot Malang juga disumbang oleh sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Di antaranya, penghargaan diberikan kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pemkot Malang sebagai Role Model Penyelenggara Pelayanan Publik dengan Kategori Sangat Baik tingkat nasional dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. Juga, penghargaan diberikan kepada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Malang sebagai Role Model Penyelenggara Pelayanan Publik dengan Kategori ”A” tingkat nasional dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Jakarta, 2 Maret 2017.

”Saya selalu menekankan kepada OPD agar memberi layanan terbaik bagi masyarakat Kota Malang. Dua penghargaan dari Menteri PAN-RB kepada dispendukcapil dan BP2T menjadi bukti nyata bahwa kerja keras kita diapresiasi oleh pemerintah pusat,” ungkap Abah Anton, sapaan akrabnya.

Bukan hanya OPD Pemkot Malang yang menjaga tradisi prestasi ini, organisasi ”sayap” seperti PKK Kota Malang pun turut menyumbang prestasi. Pada 25 September lalu, PKK Kota Malang menerima penghargaan Pakarti Utama I Pelaksana Terbaik Pemanfaatan Halaman Pekarangan PKK Kategori Kota tingkat nasional.

Abah Anton menjelaskan, pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo mengusung semangat revolusi mental. Abah Anton menyebutkan, revolusi mental di Kota Malang diarahkan untuk mengubah mindset dan sikap perilaku yang positif dan konstruktif. Semangat itu pula lah yang kemudian menjadikan pejabat maupun masyarakatnya berkreasi.

Wali kota berlatar belakang pengusaha tersebut mengatakan, semangat tersebut salah satunya dibuktikan dengan lahirnya taman-taman tematik, kampung-kampung tematik, dan penataan pedestrian. ”Contoh nyata ada di Kampung Warna-Warni Jodipan. Di sana dulu terkenal dengan kawasan yang kurang enak dipandang.

Sekarang, warganya sangat peduli dengan lingkungannya. Bahkan, mampu menumbuhkan dan menggairahkan ekonomi kerakyatan di sana,” papar Abah Anton.

Prestasi Kota Malang juga mampu menembus dunia. Salah satunya Clean Water for Big Cities tingkat internasional dari the ASEAN Environment Ministers. Penghargaan itu diterima di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, pada September 2017.

”Kami di Pemkot Malang berkomitmen akan melakukan tugas pokok dan fungsi kami sebaik-baiknya. Prestasi demi prestasi yang diperoleh Kota Malang secara otomatis akan menaikkan branding Kota Malang. Mohon doa kepada seluruh warga Kota Malang agar kami mampu mengemban amanah sebaik-baiknya hingga akhir masa pengabdian nanti,” tandas Abah Anton.

Pewarta: Didik Harianto
Penyunting: Didik Harianto
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Humas Pemkot Malang