20 SMK Swasta Saingi SMK Negeri

Sebanyak 20 sekolah menengah kejuruan (SMK) swasta di Kota Malang kemarin (11/1) unjuk gigi. Sekolah-sekolah tersebut memamerkan karya-karyanya di Mall Dinoyo City (MDC) dalam acara bertajuk Creative Vocational Education Product Expo 2018. Sebagian besar, karya-karya yang dipamerkan itu sudah memenangkan berbagai kompetisi.

MALANG KOTA – Sebanyak 20 sekolah menengah kejuruan (SMK) swasta di Kota Malang kemarin (11/1) unjuk gigi. Sekolah-sekolah tersebut memamerkan karya-karyanya di Mall Dinoyo City (MDC) dalam acara bertajuk Creative Vocational Education Product Expo 2018. Sebagian besar, karya-karya yang dipamerkan itu sudah memenangkan berbagai kompetisi.

Karya-karya dari SMK swasta ini beraneka ragam. SMK PGRI 3 contohnya. Siswanya menyajikan media pembelajaran bernama Stand Engine Management System (Stand EMS). Stand EMS ini dapat menunjukkan simulasi tentang cara kerja mesin yang saat ini secara umum digunakan di kendaraan dengan tipe injeksi.

Dalam media tersebut terdapat komponen-komponen yang ada di dalam mobil. Komponen-komponen itu ditempel dalam satu bidang. Selain itu, juga terdapat penjelasannya di masing-masing jenis komponen. Media ini berguna bagi siswa untuk mempelajari mesin mobil. Sehingga, alat ini memudahkan proses pembelajaran karena tidak perlu membongkar mobil.

Lain lagi di SMK Putra Indonesia. Mereka menyajikan sabun herbal untuk pembersih sekaligus sabun kecantikan yang dibuat dari bahan-bahan alami dan tidak mengandung deterjen. Sabun-sabun tersebut dijual dengan harga Rp 9.000.

Ada sabun kelor untuk mencegah dan menghilangkan jerawat yang membandel. Juga, sabun sereh untuk mengencangkan kulit, serta sabun kakao untuk mencegah penuaan dini. Lalu, ada sabun susu etawa, madu, kencur, temugiring, dan laos merah. ”Semuanya menggunakan bahan alami dengan proses alami pula, dan tentunya banyak mengandung manfaat,” terang Siti Zubaidah, guru SMK Putra Indonesia.

Sementara, SMK Muhammadiyah 2 menyajikan kuliner berupa produk kunir asem yang berguna untuk menetralkan racun dalam tubuh. Sedangkan, SMK Tumapel Malang menyajikan keripik jamur tiram, keripik pare, dan stik bayam.

Selain sekolah-sekolah tersebut, berbagai SMK juga memamerkan karyanya. Di antaranya, SMK NMC (Nasional Media Center), SMK PGRI 2, SMK Widyagama, SMK Maharani, SMK Tunas Bangsa, SMK Prajnaparamita, SMK Kartika 4, SMK Adi Husada, SMK Nasional, SMK Sriwedari, dan SMK-SMK swasta lain. Mereka menyajikan karya produk sesuai dengan keunggulan sekolah masing-masing.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra Zubaidah MM mengaku bangga karena SMK swasta pun bisa unggul. ”Ternyata SMK sudah bangkit, mampu memberikan kepercayaan kepada masyarakat. SMK swasta pun tak kalah dengan SMK negeri,” ujar Zubaidah saat dia berkeliling expo untuk mengapresiasi masing-masing stan.

Zubaidah juga sempat mengukur tensi darah di stan SMK Kesehatan Adi Husada. Dia pun bernapas lega karena tekanan darahnya normal.

Elok Nurani, sie acara sekaligus guru Administrasi Perkantoran SMK Muhammadiyah 2 Malang, berharap dengan adanya pameran ini masyarakat sadar bahwa siswa SMK itu kreatif. ”Semoga masyarakat tahu bahwa siswa-siswa SMK itu kreatif. SMK swasta terlebih lagi. Mereka juga tidak kalah dengan SMK negeri. Kalau acara ini berhasil, tahun depan akan diadakan lagi dengan peserta yang lebih banyak lagi,” ujarnya.

Pewarta : nr4
Penyunting : Kholid Amrullah
Copy Editor : Arief Rohman
Foto :Binti M Roshida