20 Qari Lantunkan Alquran dengan Langgam Jawa

KOTA BATU – Meski melantunkan ayat-ayat suci menggunakan lagu langgam Jawa sempat menjadi polemik, tapi Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz Kota Batu tetap menggelarnya di Masjid Al Muchlisin, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu, kemarin malam.

Kegiatan bertajuk Lailatul Qiro’ah dalam rangka Safari Ramadhan 1440 H ini diikuti 20 qari dan qariah. ”Kebanyakan peserta dari kafilah (kontingen, Red) Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kota Batu. Tapi, ada juga mantan dan calon kafilah yang ikut berpartisipasi,” kata Ketua Pengurus Cabang Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz Kota Batu H. Nur Rochmad kemarin.

Menurut dia, membaca Alquran dengan langgam Jawa diperbolehkan. Namun, dalam bacaannya harus tetap mempertahankan kaidah-kaidah tajwid. ”Boleh dan sah-sah saja. Tapi, tetap seperti kata saya. Kaidah tajwidnya harus ada dan tidak merusak maknanya,” terangnya.

Dia menambahkan, kegiatan ini juga sebagai ajang mencari bibit qari-qariah baru di Kota Batu. Jadi, hal ini diharapkan bisa regenerasi penghafal Alquran yang tak lupa dengan budayanya. ”Manfaatnya kan ada dua. Cinta Alquran dan budaya,” tandas dia.


Sementara itu, Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Ulum Ulul Azmi menyatakan, kegiatan ini juga sebagai pengetahuan 7 maqam tilawah (qiro’atus sab’ah). Yaitu, lagu Bayyati, Shoba, Nahawand, Hijaz, Rost, Sika dan Jiharka. ”Sebagai pengetahuan kepada murid saya juga. Agar dalam belajar Alquran, mereka mengerti,” imbuh pria yang juga pengasuh Pesantren Rakyat Kota Batu itu.

Lebih lanjut, hal tersebut juga bisa menjadi pengetahuan lain, di mana setiap daerah memiliki karakter bacaan atau lagu yang berbeda-beda. ”Misalnya lidah Mesir, Iran, China, dan Indonesia sendiri itu berbeda dan punya ciri khas masing-masing,” tandasnya.

Pewarta : M.Badar Risqullah
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Imam Nasrodin