2.000 Peserta Semarakkan Kirab Budaya Songgokerto

KOTA BATU – Antusiasme ditunjukkan warga Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, dalam kirab budaya sekaligus selamatan bersih desa kemarin (11/12). Sekitar 2.000 warga ikut uri-uri tradisi lokal dengan pawai keliling kampung. Selain membawa aneka rupa sedekah bumi, ada juga tumpeng metri bumi dan juga dimeriahkan Rampak Barongan.

Ketua Panitia Sugianto menjelaskan, peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari 9 RW dari tiga dusun, dua sekolah, dan satu hotel yang ada di Kelurahan Songgokerto. Agar lebih meriah, panitia memang tidak membatasi jumlah peserta yang ikut serta. Tak heran jika masing-masing RW suka-suka mengerahkan warganya. Ada yang menyertakan 200 orang, 500 orang, bahkan ada yang 1.000 peserta, yaitu dari Dusun Krajan. ”Peserta kirabnya memang hampir sekitar 2.000-an peserta. Dari Songgoriti saja membawa 1.200 peserta,” ujarnya.

Sugianto menyatakan, digelarnya kirab budaya tersebut diharapkan dapat membangkitkan kembali kepedulian masyarakat pada budaya lokal yang dimiliki. ”Setiap tahun kita pasti selalu mengadakan hal semacam ini. Akan tetapi, untuk karnaval yang seperti ini diadakan hanya setiap dua tahun sekali,” tuturnya.

Tak hanya ingin membangkitkan kepedulian masyarakat pada budaya lokal, kegiatan itu juga sebagai ungkapan rasa syukur warga Songgokerto terhadap berkah Tuhan. Harapannya, agar warga Kelurahan Songgokerto semakin makmur dan sejahtera. ”Tidak ada tujuan lain, keberkahan dan kemakmuran buat kelurahan kami terutama juga untuk Kota Batu sendiri,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, hal yang membedakan kirab budaya kali ini dengan yang sebelumnya adalah partisipasi masyarakat yang luar biasa. Setiap wilayah di Kelurahan Songgokerto malah juga memiliki agenda masing-masing, akan tetapi tema besarnya tetap mengacu pada kearifan budaya lokal. ”Selain keberkahan, dengan kegiatan ini kami juga ingin mempersatukan tiga wilayah di Kelurahan Songgokerto dan untuk melestarikan budaya Jawa,” pungkasnya.



Pewarta: Moh Badar Risqullah
Copy Editor: Amalia
Penyunting: Ahmad Yani
Foto: Moh Badar Risqullah