Lampu Hijau, Rp 14 M untuk GOR di Kanjuruhan

KABUPATEN – Setelah dua tahun menunggu kepastian. Gelanggang Olahraga (GOR) Tipe B Kabupaten Malang mendapatkan lampu hijau dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI). GOR tersebut rencananya akan dibangun pada 2019 di kompleks Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, dengan anggaran APBD 2019 sekitar Rp 14 miliar.

Hal tersebut pun dibenarkan Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang Abdul Haris. Dalam keterangannya, lahan yang disiapkan mencapai 2 hektare. Lahan selebar itu bertujuan agar beberapa fasilitas lainnya, seperti tempat parkir, tempat warming up, dan akses keluar masuk yang nyaman. ”Kalau sempit kan tidak enak juga. Malah akan menyusahkan,” ucapnya.

Dia juga mengungkapkan, sebelumnya tanah yang akan digunakan adalah tanah yang berada di dekatnya kolam renang. Karena akses parkirnya kesulitan, akhirnya lebih memilih untuk dialihkan ke pojok sebelah barat arena cross. Meski begitu, kata dia, dirinya akan konsultasi dengan Kemenpora serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). ”Rencananya, 12–14 Desember ini kami akan mengadakan pertemuan untuk membahas kelanjutan hal tersebut,” jelasnya.

Sedangkan GOR yang rencana akan mulai dibangun pada 2019 itu merupakan tipe B. Dalam tipe tersebut akan memiliki beberapa fasilitas yang sudah lengkap. Seperti fasilitas lima cabang olahraga yaitu  bola voli, bulu tangkis, basket, sepak takraw, dan futsal. Tak hanya itu, GOR ini juga diproyeksi bisa menampung 700–1.000 penonton. ”Kalau tipe B itu kan sudah terstandardisasi dan sudah baguslah,” imbuhnya.

Terkait rencana anggaran sebesar Rp 14 miliar yang akan digunakan Pemerintah Kabupaten Malang. Hal tersebut dia akui merupakan pengajuan anggaran yang berasal dari APBD tahun anggaran 2019. Dengan anggaran sebesar itu, dia hanya berharap bisa memberikan yang terbaik dalam membangun GOR yang bisa digunakan semua orang. ”Apalagi di sini (Kabupaten Malang, Red) kan belum punya GOR. Makanya, doakan saja, semua itu bisa terealisasi,” pungkasnya.

Pewarta: Moh Badar Risqullah
Copy Editor: Dwi Lindawati
Penyunting: Irham Thoriq