192 Tahun Kelenteng Eng An Kiong Merawat Kebinekaan

Wali Kota Malang H Moch. Anton (depan, tengah) diapit Dewan Pembina Yayasan Kelenteng Eng An Kiong Willy Hendrawan (depan, kiri) dan Ketua Harian Yayasan Kelenteng Eng An Kiong Eddy Ghozali (depan, kanan). Kelenteng menyumbangkan biaya bedah rumah 10 unit untuk Pemkot Malang.

MALANG KOTA – Sebagai ungkapan rasa syukur atas hari jadinya yang ke-192, Kelenteng Eng An Kiong menyambut warga Kota Malang untuk makan bersama dan menikmati pentas seni, Sabtu malam (15/7). Acara yang digelar mulai pukul 17.00 itu dibuka dengan aksi barongsai, dilanjutkan dengan ibadah bersama. Kemudian, diakhiri dengan pentas seni dari Yayasan Kelenteng Eng An Kiong sendiri.

Dalam acara HUT tersebut, turut hadir Wali Kota Malang H Moch. Anton beserta staf Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Ketua Komda Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Go Se Kian, perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Malang Raya, serta seluruh keluarga besar Yayasan Kelenteng Eng An Kiong.

Sejatinya, HUT Kelenteng Eng An Kiong jatuh pada 29 Juni. Namun karena menghormati Ramadan dan Idul Fitri, puncak acaranya digelar Sabtu (15/7).

Humas Kelenteng Eng An Kiong Bunsu Anton mengungkapkan, tahun ini HUT Kelenteng Eng An Kiong digelar secara sederhana. Dia menyebutkan, meski sederhana, yang terpenting adalah kelenteng dapat terus bersinergi dan menjaga kerukunan antaragama.

”Kita senantiasa bersinergi dengan umat antaragama untuk menciptakan suasana kondusif di Kota Malang,” terangnya.



Sebagai wujud pelestarian budaya, Yayasan Kelenteng Eng An Kiong tak ketinggalan menampilkan berbagai kesenian, baik budaya Tiongkok (China) maupun budaya bangsa. Seperti barongsai sebagai wujud pelestarian budaya Tiongkok, juga ada karawitan sebagai budaya bangsa.

”Kami sendiri memang punya tim sanggar untuk melatih kesenian demi melestarikan budaya. Misalnya setiap Selasa dan Kamis, latihan karawitan dilakukan di kelenteng secara gratis,” terang Bunsu Anton.

Ketua Harian Yayasan Kelenteng Eng An Kiong Eddy Ghozali menegaskan, kelenteng tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah untuk umat. Namun, juga terus memberikan sumbangsih bagi warga Malang, bahkan juga menjadi ikon wisata di Kota Malang.

”Sebelumnya, pada bulan Ramadan, kami juga melakukan kegiatan sosial di berbagai pondok pesantren dan panti asuhan di Malang Raya,” jelasnya.

Moch. Anton pun mengungkapkan ucapan terima kasihnya karena selama ini Yayasan Kelenteng Eng An Kiong selalu turut berkontribusi untuk Kota Malang. Dalam kesempatan itu, Yayasan Kelenteng Eng An Kiong juga memberikan sumbangan kepada 10 tempat ibadah. Baik masjid, gereja, dan panti asuhan.

Ini sebagai wujud solidaritas kerukunan antarumat beragama. Tak hanya itu, Yayasan Kelenteng Eng An Kiong juga menyumbang biaya bedah rumah untuk 10 unit rumah.

”Mari kita terus bersinergi untuk menciptakan situasi yang kondusif di Kota Malang sehingga kita bisa membangun kota ini lebih baik,” tambah Bunsu Anton.

Pewarta: Binti Nikmatur
Penyunting: Didik Harianto
Copy Editor: Indah Setyowati
Foto: Radar Malang