19 Orang Terjangkit Difteri

Penyebaran difteri di Kota Malang mendapat perhatian serius dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Hal itu terlihat dari masuknya Malang sebagai salah satu sasaran Outbreak Response Immunization (ORI) difteri di antara 16 kabupaten/kota di Jawa Timur.

MALANG KOTA – Penyebaran difteri di Kota Malang mendapat perhatian serius dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Hal itu terlihat dari masuknya Malang sebagai salah satu sasaran Outbreak Response Immunization (ORI) difteri di antara 16 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Sesuai data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, jumlah penderita difteri fluktuatif. Sepanjang 2017 ini terdapat 19 orang yang terjangkit difteri. Sementara, pada 2016 jumlah penderitanya 31 orang, 2015 ada 17 penderita, 2014 mencapai 22 penderita, dan pada 2013 dan 2012 masing-masing ada 32 orang penderita.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Husnul Muarif menyatakan, ORI menjadi gerakan vaksinasi secara besar-besaran. Harapannya, gerakan ini bisa mengantisipasi sebaran difteri. ”Sasaran kami adalah anak usia 0 hingga 19 tahun,” papar Husnul kemarin (29/12).

Dia menegaskan, sepekan lalu Kemenkes RI sudah menunjuk sejumlah daerah untuk mengadakan vaksinasi ulang melalui ORI. Salah satunya Kota Malang. Rencananya, ORI digelar melalui tiga tahap. ”Agar bisa menyeluruh, nanti pelaksanaannya bertahap,” kata Husnul.

Sebelumnya, ORI hanya dilakukan di lokasi yang sudah ditemukan gejala difteri, yakni di sekolah, tepatnya SMAN 3 Malang. ”Tahun ini kami menemukan penyebaran banyak di sekolah, lalu laporan ke pemerintah pusat, dan langsung dilakukan ORI di sekolah tersebut,” kata dia.



Husnul menjelasakan, pendataannya dilaksanakan pada 2 Januari mendatang. Sementara ini mengacu pada jumlah warga yang sudah divaksinasi campak rubella sepanjang 2017, yakni sebanyak 32 ribu anak. ”Data vaksin campak rubella itu usianya 0 hingga 15 tahun,” kata dia.

Husnul menduga jumlah warga yang akan divaksinasi bertambah. Sebab, anak usia 16 hingga 19 tahun belum terdata saat pemberian vaksin campak rubella. ”Pendataan akan kami lakukan selama tujuh hari. Rencananya, lokasi vaksin ORI tersebar di posyandu hingga sekolah-sekolah,” tuturnya.

Seperti diberitakan, penyakit difteri tidak hanya menyerang anak-anak, tapi juga orang dewasa. Ciri-ciri gejala penyakit difteri seperti demam menginggil disertai sakit tenggorokan, kelenjar getah bening membengkak, hingga lemas. Penularannya melalui kontak langsung atau pernapasan yang dibawa udara. ”Kami mengimbau warga supaya menggunakan masker agar tidak mudah tertular,” katanya.

Pewarta : Aris Syaiful
Penyunting : Mahmudan
Copy Editor : Arief Rohman