18 Hari, Polres Malang Kota ‘Panen’ 44 Motor Curian

KOTA MALANG – Kota Malang yang dengan notabe gudang mahasiswa menjadi sasaran empuk pencurian motor. Mulai 29 Agustus sampai 16 September, Polres Malang Kota berhasil ‘memanen’ 44 kendaraan roda dua dan 2 kendaraan roda empat hasil curian.

Dari hasil rilis, Senin (16/9), total tersangka yang diringkus sebanyak 9 orang. Salah satu tersangkanya yakni SJ, 46 tahun, warga Kelurahan Sukoharjo. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang becak itu menggondol Yamaha Vega bernopol N 6305 DK di daerah Kota Lama pada 25 Agustus 2019.

Sementara korbannya ialah Wahyudi warga Jalan Muharto. Pria berusia 29 tahun ini kehilangan motornya pada hari Jumay sekitar pukul 12.00 atau saat salat Jumat. Saat lengah, tersangka pun beraksi.

“Tersangka menggunakan kunci T untuk membobol kunci. Tersangka diamankan di Jalan Ahmad Yani dari pengakuan tersangka telah melakukan aksinya berkali-kali,” ujar Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander.

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi menemukan barang bukti dari tersangka sebanyak 27 unit kendaraan roda 2 yang ditaksir sdnilai Rp 133 juta. Akibat perbuatanya, tersangka diancam dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, hukuman maksimal 7 tahun.

Prestasi ini diapresiasi Wali Kota Malang, Sutiaji dan Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian. Sutiaji mengatakan kasus kejahatan di Kota Malang semakin meningkat. Sehingga kinerja kapolres yang baru ini dirasa sangat baik.

“Belum satu bulan sudah banyak ini ya yang ditangkap. Ke depan, maayarakat Kota Malang harus waspada, peka, dan senantiasa jika mengalami hal serupa,” katanya.

Sementara Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian pun demikian mengapresiasi. “Saya ingat dulu waktu kampanye di daerah Lowokwaru sangat banyak keluhan warga tentang ini. Hampir sehari 2-5 motor hilang,” bebernya.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Penyunting: Fia