179 Calon Taruna Bikin Wakasal Bernostalgia

MALANG KOTA Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Muda Achmad Taufiqoerrochman seolah sedang bernostalgia di Kota Malang kemarin (26/7). Hal ini terjadi saat orang nomor dua di TNI AL ini melakukan pemantauan terakhir (pantukhir) seleksi calon taruna-taruni AAL di Lanal Malang, Jalan Yos Sudarso 14, Kota Malang.

”Saya masih ingat, 36 tahun lalu saya masih seperti mereka,” katanya di sela-sela memantau taruna-taruni. Dalam pantukhir kemarin, ada 149 calon taruna dan 25 calon taruni yang mengikuti serangkaian pelatihan dan tes selama seminggu. Mereka bisa dibilang orang-orang pilihan, karena mereka merupakan hasil seleksi di seluruh Indonesia. ”Dari 179 itu nanti kami tarik 90 taruna dan 10 taruni,” jelasnya.

Momen kemarin adalah momen yang menentukan. Lantaran, pengumuman lolos tidaknya 179 taruna dan taruni ini akan dilaksanakan besok (hari ini, Red). Taufiq melanjutkan, bagi 79 peserta yang tidak lolos seleksi tidak boleh berkecil hati. Sebab, lolos tidaknya seleksi bukan berarti tidak memenuhi syarat, tapi lebih pada keterbatasan kuota.

Mereka yang tidak lolos nantinya bisa mengikuti tes pada seleksi mendatang. Asalkan, kriteria yang ditentukan masih terpenuhi, seperti umur dan lain-lain. ”Yang tidak lolos saat ini hanya karena perangkingan saja. Semuanya yang berdiri di sini bagus-bagus,” terangnya. Mereka semua disiapkan menjadi generasi taruna AAL 66 yang siap tempur. Kata Taufiq, TNI AL memiliki tugas tempur. Jadi, anggota TNI AL menjadi awak tempur di medan perang untuk memenangkan pertempuran.

Selain itu, tak lupa wakasal mengingatkan kepada seluruh prajurit bahwa seleksi itu dia ibaratkan menanam pohon. Pihaknya harus sepakat terlebih dahulu, pohon apa yang akan ditanam. Setelah disepakati, baru kemudian dilakukan pemilihan bibit unggul, ditanam di tanah yang subur, lalu dikelola oleh petani profesional. ”Seperti itu rangkaian seleksi yang kami lakukan. Kami tidak mau ada kompromi untuk seleksi,” pungkasnya.



Pewarta: Fajrus Shiddiq
Penyunting: Irham Thoriq
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Darmono