165 Tahanan Polres Malang Berhak Nyoblos

KEPANJEN – Meski tengah berada di balik jeruji besi, ratusan tahanan di Polres Malang juga berhak mencoblos. Mereka juga bakal menyalurkan hak politiknya di ajang Pilgub Jatim besok (27/6).

Dari hasil pendataan yang disertai perekaman KTP elektronik kemarin (25/6), 80 tahanan Polres Malang diketahui memiliki hak pilih. Ditambah dengan 85 tahanan yang tersebar di polsek-polsek di Kabupaten Malang, total ada 165 tahanan yang punya hak suara di ajang pilgub.

Dalam pendataan kemarin, sepuluh petugas berikut alat perekaman e-KTP dispendukcapil diboyong ke lobi sel tahanan polres. Dengan tangan terborgol, satu per satu dari mereka melakukan perekaman identitas, sidik jari, retina mata, dan foto diri. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang Sri Meicharini menyampaikan, perekaman e-KTP kepada tahanan dilakukan untuk persiapan pilgub.

”Agar bisa menyalurkan hak suaranya, minimal mereka harus memiliki surat keterangan (suket),” ujar Rini–sapaan akrabnya. Sesuai instruksi dari Kemendagri, tiap-tiap dinas adminduk di daerah diwajibkan melakukan perekaman terhadap tahanan. Namun, karena wilayah Kabupaten Malang tidak memiliki lapas, perekaman e-KTP dipusatkan di Mapolres Malang.


Sementara itu, Kasatreskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda menyatakan, kebanyakan narapidana yang ditahan di sel polres maupun polsek belum memiliki e-KTP. ”Ada yang belum punya, ada yang hilang, dan ada juga yang memang belum melakukan perekaman,” ujar Adrian.

Terkait pelaksanaan pencoblosan besok (27/6), perwira dengan tiga balok di pundaknya itu menuturkan, petugas dari KPU Kabupaten Malang akan mendatangi mapolres pukul 13.00. ”Jadi, petugas yang akan mendatangi para tahanan ke sini (sel), termasuk bagi tahanan yang ada di polres juga akan didatangi satu per satu oleh petugas dari KPU,” beber Adrian

Pewarta: Farik Fajarwati
penynting: Ahmad Yani
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Farik Fajarwati