152 Tahanan di Kabupaten Malang Ikut Mencoblos

PAKIS – Sebanyak 69 tahanan melakukan pencoblosan Pilkada 2018 di rumah tahanan Polres Malang. Pukul 12.10 siang kemarin (27/6) gabungan petugas KPPS dan PPL dari TPS terdeka bersama dengan KPU Kabupaten Malang datang ke mapolres guna memfasilitasi para tahanan untuk memberikan hak suaranya dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur.

Ketua KPU Kabupaten Malang Santoko menyampaikan bahwa sesuai dengan prosedur pencoblosan bagi pemegang formulir A5 dilakukan pada pukul 12.00 sampai 13.00.

“Untuk tahanan menggunakan formulir A5 karena mereka tidak memilih di alamat domisilinya,” ujar Santoko saat ditemui disela pencoblosan.

Dari hasil koordinasi dengan Polres Malang dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malang, tercatat sebanyak 69 tahanan di polres dan 84 tahanan polsek yang berhak memberikan suaranya dalam Pilkada 2018. Tidak ada TPS khusus yang disiapkan bagi para tahanan tersebut, Santoko menuturkan guna melaksanakan pencoblosan baik di polres maupun polsek difasilitasi oleh TPS yang terdekat. Pun terkait dengan penghitungan suaranya juga akan di include kan dengan TPS yang paling dekat dengan polres atau polsek.

Selebihnya, pelaksanaan pemilihan di rutan tidak jauh berbeda dengan ditempat-tempat umum lainnya. Sebelum mencoblos, para tahanan terlebih dahulu dikumpulkan di lapangan apel tahanan untuk dilakukan pendataan. Setelahnya, satu persatu tahanan tersebut bergantian mencoblos.



Dari hasil evaluasi KPU Kabupaten Malang, Santoko menuturkan bahwa pelaksaaan pencoblosan diseluruh wilayah kabupaten relatif kondusif.

“Sampai siang ini (kemarin) belum ada laporan dari petugas baik dari TPS maupun Kecamatan, dan semoga sampai selesai perhitungan juga demikian,” jelas Santoko.

Sementara itu Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung menyampaikan selain di rutan mapolres, pihaknya juga menginstruksikan pada jajaran polsek untuk mengawal pencoblosan di tahanan masing-masing.

“Jumlah tahanan di Polres ada 74, namun yang memenuhi syarat hanya 69 sementara sisanya TMS (tidak memenuhi syarat),” ujar Ujung.

Secara keseluruhan untuk wilayah kabupaten, Ujung menuturkan bahwa pelaksanaan pilkada 2018 relatif aman terkendali.

“Siaga di TPS masih kami lakukan mulai H-1, hari H, sampai H+1 pencoblosan, jadi sampai besok (hari ini) petugas kami masih melakukan penjagaan sampai surat suara kembali ke PPK di masing-masing kecamatan,” tukasnya.

Pewarta: Farik Fajarwati
Foto: Bayu Eka