13 Calon Kades Ikuti Tes Tulis

KOTA BATU – Para kandidat pemilihan kepala desa (pilkades) di tiga desa yang lolos seleksi administrasi masih harus berjuang lolos di tes tulis. Kemarin (22/11), 13 bakal calon pemimpin desa tersebut mengikuti tes yang digelar panitia pilkades tingkat kota. Jika nilai yang didapat di bawah standar, mereka bakal dicoret dari daftar kandidat.

Pelaksanaan tes tulis para kandidat pilkades tersebut digelar di ruang rapat wakil wali Kota Batu di Balai Kota Among Tani. Mereka yang dinyatakan lolos saja yang berhak dicoblos dalam pilkades serentak yang digelar 16 Desember 2018.

Seperti diketahui, ada tiga desa di Kecamatan Junrejo yang bakal menyelenggarakan pilkades di akhir tahun ini. Dari 13 kandidat yang yang lolos seleksi administrasi, empat orang di antaranya adalah calon Desa Pendem. Sedangkan di Desa Mojorejo terpilih 7 nama. Sementara di Desa Tlekung ada 2 kandidat.

Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso menyatakan, tes tulis adalah kelanjutan setelah para calon dinyatakan lolos seleksi administrasi. ”Ada tiga materi tes yang harus dijalani para bakal calon kepala desa,” ungkap Punjul. Yakni, meliputi materi wawasan kebangsaan, tentang pemerintahan desa, serta membuat visi dan misi desa yang selaras dengan visi serta misi wali kota dan wakil wali Kota Batu. ”Visi dan misi mereka harus nyambung dengan visi-misi Kota Batu,” ungkapnya.

Untuk materi tes, Punjul melanjutkan, diberikan akademisi dari Universitas Brawijaya (UB). ”Mereka yang menguji, begitu juga untuk hasilnya mereka yang menentukan,” ungkap wawali berusia 56 tahun itu.



Mengenai hasil tes para bakal calon kepala desa itu akan diketahui 27 November. Dari 13 bakal calon tersebut, dua di antaranya adalah petahana (atau yang sebelumnya menjabat kepala desa). Mereka adalah Tri Wahyuwono Effendi, mantan kades Pendem, dan Suwarno, mantan kades Mojorejo.

Sementara itu, Kepala Bagian Pemerintah Kota Batu Dyah Liestina menyatakan, tes tulis dilakukan sebagai tahapan penyaringan lanjutan untuk mendapatkan calon kades. ”Sesuai aturan, dari para bakal calon itu diambil minimal 2 calon dan maksimal 5 calon di setiap desa untuk mengikuti tahapan pemilihan,” jelasnya. Artinya, untuk Desa Mojorejo menjadi paling kompetitif, mengingat jumlah kandidatnya 7 orang.

Pewarta: Aris Dwi
Copy Editor: Dwi Lindawati
Penyunting: Ahmad Yani
Foto: Rubianto