12 Ribu Personel Polisi dan TNI Disiagakan

JawaPos.com – Polri dan TNI fokus mengamankan Pileg dan Pilpres 2019. Di Sumatera Selatan, mereka menurunkan 12 ribu personel untuk mengamankan pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, saat ini Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI dan Polri telah mengeluarkan tingkat kerawanan pemilu di semua provinsi di Indonesia. Dari data tersebut diketahui Sumsel berada diperingkat 12.

Artinya, tingkat kerawanan di Sumsel aman. Meski begitu, pihaknya tidak mau under estimed dan tetap melakukan pengamanan pemilu mendatang.

“Dalam tingkat kerawanan ini yang dinilai itu yakni penyelenggaranya, peserta dan kamtibnas,” katanya saat menghadiri apel gelar pasukan dan pengamanan Pileg dan Pilpres di Griya Agung Palembang, Jumat (22/3).



Dalam pengamanan, pihaknya menurunkan 7.165 personel kepolisian serta dibantu pihak TNI yang berjumlah 5 ribu personel. Artinya, pihaknya beserta TNI mendukung penuh KPU dalam menyelenggarakan Pileg dan Pilpres pada 17 April mendatang.

Soal ancaman yang akan terjadi saat Pemilu, ia tidak menutup mata seperti potensi ada oknum yang menakut-nakuti masyarakat pada saat melakukan pencoblosan.

Karena itu, nantinya setiap tps akan dijaga sesuai dengan tingkat kerawanannya. Seperti untuk TPS yang aman akan dijaga dua polisi untuk 10 TPS. Sedangkan, untuk TPS yang rawan akan dijaga dua polisi untuk satu TPS.

“Kami akan jamin keamanan masyarakat dalam pemilu mendatang,” ujarnya.

Untuk daerah yang rawan, pihaknya telah melakukan pendataan. Ia mengaku daerah yang rawan biasanya berada di daerah yang jauh dijangkau seperti OKI, OI, dan Banyuasin.

Kerawanan ini dalam segi distribusi logistik. “Kami akan kawal betul di daerah yang rawan-rawan ini,” tutupnya.

Sementara itu, Pangdam II Sriwijaya, Mayjen Inf Irwan menambahkan Kodam II Sriwijaya ini mencakup lima provinsi Sumbagsel dengan total personel mencapai 18 ribu. Sedangkan, untuk Sumsel yang diturunkan yakni 2/3 pasukan atau sekitar 5 ribu personel. 

“Semuanya sudah siap termasuk alat yang akan digunakan,” katanya.

Tugas TNI, yakni memback up personel Polri untuk menjamin keamanan pada saat penyelenggaraan Pemilu mendatang.
Pihaknya akan melakukan pendekatan dan mengajak, serta menjamin masyarakat sampai dengan TPS untuk melakukan pencoblosan.

“Kami akan jamin keamanan saat pemilu mendatang,” tutupnya.

Penulis: Alwi Alim
(teks foto:

Apel gelar pasukan dan pengamanan Pileg dan Pilpres di Griya Agung Palembang. Humas Pemprov Sumsel

Editor           : Yusuf Asyari

Reporter      : Alwi Alim